Aceh Besar Adakan Pergelaran Seni Tari Murid TK Se-Kabupaten

Aceh Besar Adakan Pergelaran Seni Tari Murid TK Se-Kabupaten

Jantho. RU – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh Besar, Rita Mayasari, membuka perpisahan dan pergelaran seni tati murid Taman Kanak-kanak (TK) se Kabupaten Aceh Besar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (06/05/2025).

Bagi Rita Mayasari, PAUD merupakan jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

“Anak usia dini merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan, dimasa inilah mereka mulai mengenal dirinya dan mulai mengekspresikan dirinya melalui kegiatan seperti ini. Mereka tidak hanya tampil tapi juga belajar bersosialisasi, percaya diri dan menghargai karya orang lain. Itu sebabnya kegiatan seperti sangat penting untuk dilaksanakan bagi anak PAUD,” katanya.

Rita juga menyampaikan, jika dirinya sangat mengapresiasi Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) yang telah berjibaku menyelenggarakan kegiatan ini, sebagai wujud dedikasi seorang guru kepada murid dalam mengembangkan diri anak-anak.

“Sebagai mitra kerja dalam mengembangkan dan menumbuhkan minat dan pertumbuhan anak usia dini. Tak lupa juga kepada panitia yang telah kerja keras untuk menyukseskan acara ini. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi untuk mengembangkan pendidikan yang nyaman, kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak,” terang Rita Mayasari.

Ia juga berharap, kegiatan positif tersebut dapat terlaksana setiap tahun, sehingga anak-anak terus termotivasi untuk belajar dengan baik.

“Harapannya, ini terus berlanjut, sehingga kita dapat melahirkan generasi emas yang kreatif, sehat dan cerdas. Sehingga suatu hari nanti mereka akan menggantikan posisi kita untuk menyambung estafet pembangunan Aceh Besar,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Abdurrahman, SE, mengatakan, saat ini jumlah satuan PAUD di Aceh Besar lebih dari 300 satuan pendidikan, dari jumlah tersebut 180 merupakan satuan pendidikan TK yang pada saat ini mengadakan pergelaran seni tari, sementara sisanya merupakan layanan PAUD yang usianya mulai dari 0 hingga 4 tahun.

“Sementara satuan pendidikan PAUD yang berstatus negeri mencapai 35 satuan. Kita akan terus mengajak, semua satuan untuk mengajukan status pendidikan menjadi negeri. Mengapa demikian, karena banyaknya satuan pendidikan negeri akan meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Aceh Besar,” pungkasnya.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...