Aceh Barat. RU – Sekitar 100 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang tergabung dalam Aliansi Barsela Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRK Aceh Barat, Senin (26/10/2026).
Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan bencana, tata kelola pemerintahan, pemberantasan korupsi, hingga evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah.
Mahasiswa berkumpul di gerbang kampus UTU sebelum bergerak menuju kawasan Tugu Teuku Umar Batu Putih, Gampong Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan.
Massa tiba di depan Kantor DPRK Aceh Barat sekitar pukul 13.45 WIB dan menyampaikan aspirasi melalui orasi.
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir, pemulihan masyarakat terdampak bencana, perbaikan tata kelola ekonomi, kebebasan berpendapat, dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Mereka juga meminta evaluasi terhadap sejumlah kebijakan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, dan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta mendorong pemerataan akses layanan publik.
Mahasiswa kemudian memasuki halaman kantor DPRK untuk meminta Ketua DPRK dan anggota dewan hadir serta berdialog langsung mengenai tuntutan mereka.
Situasi sempat memanas ketika massa mendesak bertemu dengan pihak legislatif dan terjadi aksi saling dorong di akses masuk gedung.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto bersama Wakapolres turun langsung menemui massa dan mengimbau mahasiswa tetap tenang serta tidak melakukan tindakan anarkis.
Dalam upaya meredakan ketegangan, jari tangan kanan Kapolres mengalami luka saat menahan desakan massa. Meski demikian, komunikasi dengan mahasiswa tetap dilanjutkan.
Setelah melalui koordinasi, perwakilan mahasiswa akhirnya menyerahkan petisi berisi tuntutan kepada anggota DPRK Aceh Barat sekitar pukul 17.00 WIB.(*)













