Kutacane. RU – Kemampuan berbahasa dan berdakwah menjadi fokus lomba pidato tiga bahasa yang diikuti sekitar 60 santri dari 23 pondok pesantren di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional ke-XI Tahun 2026.
Lomba yang berlangsung di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Tenggara itu dibuka oleh Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry.
Para peserta berpidato menggunakan bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia.
Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia berharap perlombaan ini dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri para santri.
“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga lomba pidato tiga bahasa dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri para santri,” ujarnya.
Menurut dia, peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan pesantren.
Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tenggara Nasruddin mengatakan, lomba tersebut diselenggarakan melalui sinergi UPTD Dayah, Masjid Taqwa, dan Dinas Syariat Islam.
Selain meningkatkan keterampilan berpidato, kegiatan ini bertujuan mendorong santri menguasai bahasa asing sekaligus memperdalam pengetahuan agama.
Peserta yang berprestasi akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional.
“Kami berharap para santri dapat menjadi corong syiar Islam di kalangan generasi muda serta berperan aktif dalam pembinaan keagamaan di Aceh Tenggara,” katanya.
Selain lomba pidato, rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Aceh Tenggara diisi dengan olahraga bersama dan akan dilanjutkan dengan karnaval dari Stadion Kutacane menuju Masjid Agung.(AFW11)













