Cegah Penularan TBC, Dinkes Aceh Besar Gencarkan Deteksi Dini

Foto bersamaa pada kegiatan sosialisasi program CKG dan penelusuran kontak TBC, di Gampong Lampupok Baro, Kecamatan Indrapuri. Selasa 13 Oktober 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Upaya mendeteksi penyakit sejak dini dan mencegah penularan tuberkulosis (TBC) terus dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, melalui sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penelusuran kontak TBC di masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar di Gampong Lampupok Baro, Kecamatan Indrapuri, Selasa (13/10/2026), dipimpin Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Besar Neli Ulfiati, SKM., MPH.

Neli mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus mempercepat penemuan kasus TBC agar segera ditangani dan tidak meluas.

Petugas juga melakukan penelusuran kontak untuk mengidentifikasi orang-orang yang berisiko terpapar TBC, terutama mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien.

“Langkah ini penting agar masyarakat yang membutuhkan dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya,” ungkap Neli.

Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan mencegah penularan TBC.

Neli mengimbau warga yang mengalami gejala mengarah pada TBC agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Masyarakat juga diharapkan tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang yang terdiagnosis TBC,” katanya.

Menurut Neli, TBC dapat disembuhkan apabila pasien memperoleh pengobatan yang tepat dan menjalani terapi secara teratur hingga tuntas sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Melalui kerja sama Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah gampong, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berupaya memperkuat pelayanan kesehatan yang mudah diakses, responsif, dan sesuai kebutuhan warga.

“Dengan kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan TBC hingga tuntas sebagai bagian dari upaya bersama memutus rantai penularan dan mewujudkan Aceh Besar yang lebih sehat,” pungkasnya.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...