Persiraja Keluar dari Zona Degradasi Setelah Kalahkan PSIS 3-1

PersirajaVsPSIS
Persiraja saat melawan tuan rumah PSIS Semarang dengan hasil akhir 3-1, di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (9/10/2026). [Foto: MO Persiraja/Rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Persiraja Banda Aceh mulai menjauh dari zona degradasi Pegadaian Championship 2026–2027 Grup A, meski masih tertahan di peringkat kedelapan dengan koleksi dua poin.

Berdasarkan klasemen sementara yang tersedia, Persiraja mengoleksi dua poin setelah menjalani lima pertandingan, dengan catatan satu kemenangan dan empat kekalahan. Laskar Rencong mencetak enam gol dan kebobolan delapan gol, sehingga memiliki selisih gol minus dua.

Posisi tersebut menempatkan Persiraja di atas Adhyaksa FC Bekasi dan Persiku yang menghuni dua posisi terbawah. Adhyaksa berada di peringkat kesembilan dengan satu poin, sedangkan Persiku menjadi juru kunci dengan minus satu poin setelah terkena sanksi pengurangan dua poin.

Meski telah keluar dari dua posisi terbawah, posisi Persiraja belum sepenuhnya aman. Dengan kompetisi yang masih berjalan, konsistensi meraih poin menjadi pekerjaan penting bagi tim asal Aceh tersebut agar tidak kembali terseret ke zona degradasi.

Seperti diketahui, Persiraja mulai bangkit dari tren negatif dengan mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3-1 pada pekan kelima Liga 2 musim 2026/2027 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (09/10/2026) malam.

Kemenangan tersebut diraih Persiraja melalui gol Risky Safri pada menit ke-8, Chavez Garcia melalui titik penalti, serta Rangga Bolang pada menit ke-57.

Sementara itu, PSIS hanya mampu membalas satu gol melalui Hari Nur pada menit ke-88.

Gol pembuka tercipta pada menit kedelapan setelah Risky Safri memanfaatkan umpan di dalam kotak penalti. Ia melepaskan tembakan keras yang meluncur deras ke gawang PSIS dan membawa Persiraja unggul 1-0.

Persiraja kemudian menggandakan keunggulan melalui hadiah penalti. Mujahidin yang menerima umpan terobosan berhasil masuk ke kotak penalti sebelum dilanggar kiper PSIS, Rizky Darmawan.

Wasit kemudian memberikan penalti dan mengganjar sang kiper dengan kartu kuning. Chavez Garcia yang dipercaya sebagai eksekutor pun sukses menjalankan tugasnya.

Meski sempat ditepis Rizky Darmawan, bola hasil tendangan keras Chavez tetap melaju masuk ke gawang. Persiraja unggul 2-0.

Sementara itu, PSIS sempat mencetak gol melalui tembakan keras yang menembus gawang Persiraja. Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena pelanggaran yang dilakukan Ahmad Nufiandani. Pemain PSIS itu juga menerima kartu merah.

Memasuki babak kedua, Persiraja tampil lebih percaya diri dengan permainan yang lebih terbuka dan tenang.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan untuk kembali menekan pertahanan tuan rumah. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-57. Rangga Bolang melepaskan tembakan yang berhasil menjebol gawang PSIS sekaligus memperlebar keunggulan Persiraja menjadi 3-0.

PSIS berusaha memperkecil ketertinggalan hingga penghujung pertandingan. Pada menit ke-88, Hari Nur berhasil mencetak gol untuk tuan rumah dan mengubah skor menjadi 3-1.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim, dan Persiraja memastikan kemenangan 3-1 di kandang PSIS.

Hasil ini menjadi momentum penting bagi Persiraja untuk bangkit dari tren negatif, setelah menelan empat kekalahan berturut-turut sejak kompetisi musim 2026/2027 bergulir.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...