Sungai Kali Bulan Kembali Meluap, Dua Jembatan Penghubung Terendam

Luapan air sungai Kali Bulan rendam Jembatan penghubung desa Terandam-Bacang Lade (insert) Jembatan Penghubung Desa Pulolatong-Pasir Gala. Warga bergotong royong mengangkat batang kayu yang menyumbat aliran sungai Kali Bulan di jembatan Pajak Pagi. Sabtu 10 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Luapan Sungai Kali Bulan merendam dua jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (10/10/2026) dini hari.

Warga mulai memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi kenaikan debit air.

Luapan sungai diketahui sekitar pukul 00.29 WIB setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.

Dua jembatan yang terdampak menghubungkan Desa Pulolatong dengan Desa Pasir Gala serta Desa Terandam dengan Desa Bacang Lade.

Teguh, warga Desa Pasir Gala, mengatakan, kedua jembatan tersebut terendam setiap kali hujan deras menyebabkan debit sungai meningkat.

“Kalau hujan deras air sudah naik jembatan pulolatong dengan jembatan pajak pagi pasti sudah terendam.” Ujarnya kepada rahasiaumum.com Sabtu.

Di Desa Bacang Lade, sejumlah warga mulai memindahkan barang-barang ke lokasi yang lebih aman guna mengantisipasi air yang terus naik dan berpotensi memasuki permukiman.

Sementara itu, batang kayu berukuran besar menyumbat aliran air di Jembatan Pajak Pagi, Desa Terandam.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Terandam, Kecamatan Babussalam, dengan Desa Bacang Lade, sekaligus menjadi akses menuju pasar tradisional Pajak Pagi.

Warga setempat bergotong royong menangani sumbatan kayu yang menghambat aliran air.

Luapan Sungai Kali Bulan dilaporkan berulang setiap kali debit air meningkat.

Kondisi ini mengancam permukiman warga sekaligus mengganggu akses transportasi antardesa, terutama saat hujan deras.

Hingga berita ini ditulis, perkembangan ketinggian air masih perlu dipantau untuk mengetahui dampak luapan sungai terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...