Subulussalam. RU – Kecelakaan tunggal truk pengangkut makanan ringan terjadi di Tanjakan Kedabuhan, Kota Subulussalam, Aceh, Jumat (09/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan seorang penumpang yang merupakan istri sopir meninggal dunia, sementara anak mereka yang berusia dua tahun mengalami luka ringan.
Truk berwarna oranye bernomor polisi BL 8669 DY itu dikemudikan Mursal (48), yang sedang dalam perjalanan dari Medan, Sumatera Utara, menuju Blangpidie, Aceh Barat Daya.
Selain Mursal, kendaraan tersebut membawa istrinya, MF (37), anak mereka berinisial HG (2), serta seorang anggota keluarga bernama Yusrifal (32).
Mursal diketahui berasal dari Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, dan berdomisili di Sunggal, Medan.
Sementara itu, ketiga penumpang lainnya tercatat beralamat di Desa Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Deli Serdang.
Kasat Lantas Polres Subulussalam Iptu Handriansyah mengatakan, berdasarkan dokumen pengiriman barang (delivery order), truk tersebut mengangkut makanan ringan dari Medan menuju Blangpidie.
“Berdasarkan dari pengiriman barang (Delivery Order), barang ini diangkut dari Medan, Sumatera Utara menuju ke Blangpidie,” kata Handriansyah kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat pagi.
Kecelakaan diduga terjadi akibat kendaraan tidak mampu menanjak sehingga bergerak mundur sebelum akhirnya terbalik.
Akibat kejadian tersebut, MF meninggal dunia di lokasi, sedangkan HG mengalami luka ringan.
Mursal dan Yusrifal dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf melalui Handriansyah menyampaikan bahwa jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Meurah Sakti untuk penanganan lebih lanjut.
Handriansyah juga mengingatkan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan kecelakaan, terutama di kawasan Tanjakan Kedabuhan.
“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan, terutama di lintasan Kedabuhan yang sering terjadi laka lantas untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas,” kata Handriansyah.(MB07)













