BRIN Gelar ISAST 2026, Peneliti 14 Negara Bahas Teknologi Antariksa

Flyer ISAST 2026. Minggu 4 Oktober 2026 [Dok. Panitia ISAST BRIN/rahasiaumum.com]

Yogyakarta. RU – Peneliti bidang roket, satelit, drone, dan astrofisika dari 14 negara berkumpul di Yogyakarta dalam The 12th International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST 2026), 6–8 Oktober 2026.

Konferensi bertema “Aerospace for Humanity” ini digelar BRIN melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) bersama UGM, i-CATS University College Malaysia, dan Vietnam National University.

Kegiatan berlangsung secara hibrida di The Alana Hotel & Conference Center Malioboro.

“Penyelenggaraan ISAST 2026 tahun ini adalah momentum penting dalam pertukaran keilmuan dirgantara, dengan kolaborasi ORPA BRIN, UGM, dan i-CATS University College, Malaysia,” jelas Kepala ORPA BRIN Prof. Dr. Robertus Heru Triharjanto melalui keterangan yang diterima rahasiaumum.com, Minggu (04/10/2026).

Menurutnya, seminar ini dirancang sebagai forum yang mempertemukan para pakar dari industri dengan peneliti dari kampus dan lembaga penelitian untuk bertukar wawasan seputar observasi bumi, eksplorasi antariksa, serta teknologi kedirgantaraan berkelanjutan.

ISAST 2026 menerima 138 abstrak dari 14 negara dan 91 makalah lengkap.

Sebanyak 88 makalah terpilih dipresentasikan dalam tujuh bidang, antara lain roket dan propulsi, drone, satelit dan penginderaan jauh, cuaca antariksa, astrofisika, serta kebijakan dan ekonomi antariksa.

Selain seminar, Aerospace Innovation Challenge diikuti 166 karya mahasiswa dari 26 negara di lima benua.

Kompetisi bertema “Next-Gen Skies: Future Breakthroughs in Aerospace, Drone, and Space Technologies” itu akan mengumumkan pemenang pada 7 Oktober 2026.

Seluruh layanan peserta tersedia melalui portal www.isast.space yang dilengkapi asisten AI “Mr. Peo” dan Collab Corner untuk mendukung kolaborasi riset lintas negara.

“Banyak orang Indonesia senang mengikuti berita roket, drone, dan antariksa. Kami ingin publik tahu bahwa riset di bidang ini juga dikerjakan di sini, oleh peneliti dan mahasiswa Indonesia bersama rekan dari banyak negara,” ujar Ketua Panitia ISAST 2026, Soleh Fajar Junjunan, peneliti BRIN.

ISAST pertama kali digelar LAPAN pada 2013 dan kini dilanjutkan BRIN. Penyelenggaraan tahun ini didukung sejumlah mitra, antara lain PT DAHANA dan PT GMF AeroAsia.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...