Pemkab Pidie Jaya Usulkan Pembangunan 3.069 Rumah untuk Korban Bencana

Huntap
Ilustrasi - Hunian tetap yang dibangun untuk masyarakat korban bencana banjir dan longsor di Aceh. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meureudu. RU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, mengusulkan pembangunan kembali rumah korban bencana hidrometeorologi rusak berat mencapai 3.069 unit.

“Pemkab Pidie Jaya mengusulkan pembangunan rumah korban bencana yang rusak berat sebanyak 3.069 unit yang tersebar di sejumlah desa atau gampong di Kabupaten Pidie Jaya,” kata Plt Kepala BPBD Pidie, Okta Handipa, Sabtu (03/10/2026).

Ia menyebutkan, dari 3.069 unit rumah yang dibangun tersebut, sebanyak 2.330 unit di antaranya dibangun di lokasi rumah semula atau insitu. Sedangkan sebanyak 739 unit lainnya dibangun terpusat atau komunal.

Adapun wilayah terbanyak pembangunan kembali rumah rusak berat korban bencana di antara di Gampong Pohroh, Gampong Rungkom, dan Gampong Blang Awe, ketiganya masuk wilayah Kecamatan Meureudu. Serta di Gampong Seunong dan Gampong Lancok di Kecamatan Meurah Dua.

“Sedangkan rumah rusak berat selesai dibangun hingga saat ini mencapai lima unit, satu unit dibangun BNPB dan empat unit dibangun Kadin,” ungkapnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...