Calang. RU – Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, mengatakan saat ini harga beli gabah petani di kabupaten itu berkisar Rp6.900 hingga Rp7.100 per Kilogram.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Harga gabah Aceh Jaya saat ini masih normal. Saat ini gabah dibeli sekitar Rp6.900, bahkan beberapa waktu lalu mencapai Rp7.100/Kg,” kata Dailami.
Menurutnya, harga gabah di Aceh Jaya itu masih memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari produksi padi mereka.
Ia mengingatkan kepada para petani, agar tidak terburu-buru menjual gabah apabila harga yang ditawarkan berada di bawah acuan atau ketetapan pemerintah.
“Kalau harga gabah dibeli di bawah Rp6.500 per kilogram, petani dapat segera melaporkan kepada dinas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah melalui Bulog memiliki mekanisme untuk menyerap gabah petani sesuai ketentuan harga yang berlaku. Karena itu, petani tidak perlu menerima harga di bawah harga acuan apabila terdapat saluran penyerapan yang tersedia.
Ia juga mengimbau petani untuk terus memantau perkembangan harga gabah di pasaran dan berkoordinasi dengan penyuluh maupun dinas apabila menemukan harga yang merugikan petani.
“Stabilnya harga gabah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pendapatan petani sekaligus mendorong keberlanjutan produksi padi di Aceh Jaya,” katanya.
Dailami menambahkan, untuk produksi gabah petani di Aceh Jaya sendiri hingga saat ini mencapai 44 ribu ton lebih dalam sekali panen dari luas sawah 6.189 ribu hektare.
“Target kami tahun ini sebanyak 69 ribu ton, dan telah tercapai panen pertama tahun ini 44 ribu ton. Sedangkan panen kedua nanti dipastikan akan tercapai, bahkan mungkin akan surplus,” ungkap Dailami.(TH05)













