Pertandingan Futsal Berujung Ricuh, Tiga Remaja Jadi Korban Pemukulan

Futsal Ricuh
Aksi Pemukulan tim Futsal Banda Aceh di Turnamen SJP Pidie Cup. (Foto: Dok Warga)

Sigli. RU – Sejumlah pemain futsal remaja dari klub Admiral FC Banda Aceh, menjadi korban pemukulan oleh pihak Persata Sigli seusai laga semifinal SJP Pidie Cup di Lapangan Puncak HS23, Sigli, pada Minggu (27/09/2026).

Pelatih Admiral FC, Novri, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula saat wasit menghentikan pertandingan karena terjadi pelanggaran. Ketika itu, salah satu pemain Persata Sigli menendang bola ke arah tim Admiral FC dan mengenai pemain bernomor punggung 4.

Kejadian tersebut kemudian memicu cekcok antarpemain. Wasit dan para pelatih segera melerai sehingga pertandingan kembali dilanjutkan.

Saat itu, Admiral FC masih unggul 1-0 dan waktu pertandingan hampir berakhir. Suasana pertandingan memanas, dan sejumlah penonton dari luar lapangan mulai melontarkan kata-kata tidak pantas.

Menjelang pertandingan berakhir, pelatih dan penonton dari pihak Persata Sigli kemudian masuk ke dalam lapangan.

“Satu warga dari pendukung Persata kemudian masuk lapangan dan melakukan pemukulan, lalu diikuti pelatih Persata, pemain dan beberapa penonton,” ujar Novri yang juga menjadi korban, hingga bibirnya pecah akibat pukulan.

Selain dirinya, tiga pemain remaja berusia 14-15 tahun mengalami luka serius akibat pemukulan tersebut. Satu di antaranya mengalami luka parah pada bagian telinga.

“Satu pemain kupingnya sampai bolong, tembus ke belakang. Saat ini, korban tersebut masih menjalani perawatan,” kata Novri dikutip Rabu (30/9/2026).

Sementara korban lainnya mengalami cedera di bagian selangkangan, sehingga kesulitan menggerakkan kaki kirinya

Sedangkan korban ketiga, mengalami pukulan hingga memar di sejumlah bagian tubuh.

Rombongan Admiral FC kini telah kembali ke Banda Aceh, dan kondisi para korban hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Novri juga menyebut, panitia pelaksana dan wasit hingga saat ini belum menunjukkan tanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Kami meminta Kadispora dan asosiasi olahraga terkait memberi perhatian terhadap peran pelatih dalam proses pembinaan pemain,” tukasnya. 

Terkait insiden ini, Asosiasi Futsal Aceh (AFA) menegaskan akan menyelidiki insiden tersebut dan menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah.

“Komisi Disiplin AFA akan menyelidiki kasus ini. Nanti pihak-pihak yang terlibat akan diperiksa dan disanksi sesuai kadar kesalahan mereka,” ujar Sekretaris Umum AFA, Saifullah ST dikutip Rabu (30/09/2026).(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...