Banda Aceh. RU – Pelatih baru Persiraja, M Ridwan harus bekerja ekstra untuk menyiapkan ‘Laskar Rencong’menghadapi Sumsel United dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/27.
Pertandingan Persiraja kontra Sumsel United itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, sehingga ia hanya memiliki waktu kurang dari satu minggu untuk beradaptasi dan mengelaborasi kekuatan tim menjelang pertandingan yang sudah di depan mata.
Satu-satunya pengalaman yang ia andalkan saat ini adalah pengalaman saat ia masih menjadi pemain Garudayaksa dalam menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada laga musim lalu.
Ridwan mengingat pertandingan tersebut sebagai laga yang membuat timnya harus bekerja keras untuk membawa pulang satu poin. Pengalaman itu menjadi salah satu kesan yang melekat dalam pandangannya terhadap Persiraja.
“Saya melihat Persiraja ini adalah tim yang baik, tim tradisional yang punya basis pendukung yang bagus, tim yang bagus,” ujarnya dikutip Selasa (29/09/2026).
Meski kesepakatan dengan manajemen untuk melatih Persiraja ini tercapai dalam waktu sangat singkat, namun Ridwan mengaku merasa terhormat mendapat kepercayaan menangani Persiraja.
“Saya bersyukur, saya merasa terhormat untuk bisa ada di sini. Saya mengapresiasi apa yang dikomunikasikan, apa yang ditawarkan kepada saya,” kata Muhammad Ridwan.
Dalam persiapan menghadapi Sumsel United, Ridwan mengatakan harus mengevaluasi sejumlah pertandingan yang telah dilalui Persiraja.
“Saya melihat beberapa pertandingan yang sudah dijalani dan saya menilai bahwa Persiraja mempunyai skuad yang bisa bersaing,” ungkapnya.
Ridwan melihat Persiraja memiliki sejumlah pemain dengan talenta yang dapat dikembangkan. Ia berharap potensi tersebut bisa menjadi modal untuk memperbaiki performa tim.
“Beberapa talenta-talenta sangat baik dan saya yakin ke depan kita bisa bekerja sama-sama, kita bisa membawa prestasi yang lebih baik lagi, insya Allah,” ujarnya.
Untuk diketahui, Persiraja datang ke pertandingan berikutnya dengan modal tiga kekalahan beruntun.
Menurut Ridwan, rentetan hasil tersebut turut memengaruhi kondisi psikologis skuad yang kini ditanganinya.
“Skuad pemain ini kan kondisinya tidak baik-baik saja, tiga kali kalah dan ini mungkin jarang terjadi di Persiraja,” katanya.
Situasi tersebut semakin menantang karena Ridwan tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pembenahan.
Ia juga menyadari tekanan yang kini dirasakan para pemain setelah tiga hasil buruk secara beruntun. Namun, ia mengaku tidak asing dengan situasi tersebut karena pernah mengalaminya, baik ketika masih menjadi pemain maupun saat menjalani karier sebagai pelatih.
“Memang, kondisi seperti ini memang kondisi yang kurang ideal untuk kita semua. Saya pernah mengalami kondisi seperti ini, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Jadi, saya tahu rasanya,” kata dia.(TH05)













