Afdhal Minta Keuchik Aktif Pantau Persoalan di Lingkungan Gampong

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah saat menghadiri deklarasi para Keuchik dalam mewujudkan Kamtibmas yang aman tertib. Senin 28 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/RSR12]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong para keuchik lebih aktif mendeteksi berbagai persoalan di lingkungan gampong agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Wakil Wali Afdhal Khalilullah menyampaikan hal itu saat membuka Deklarasi Komitmen Para Keuchik dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Aman, Tertib, dan Kondusif di Balai Keureukon Kota Banda Aceh, Senin (28/09/2026).

Menurut Afdhal, keuchik memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengetahui kondisi lingkungan masing-masing.

Karena itu, keuchik diminta mendeteksi persoalan sejak dini.

“Kita undang para keuchik datang ke sini karena ini bisa jadi kekuatan kita di setiap gampong, mendeteksi lebih awal, karena tinggalnya mereka di sekitar- sekitar itu. Keuchik ini saya rasa mungkin lebih capek dibandingkan kami, karena ada meninggal beliau urus, nikah beliau urus, semua diurus,” kata Afdhal.

Afdhal mengatakan sejumlah persoalan perlu mendapat perhatian di tingkat gampong, termasuk praktik LGBT dan open BO yang disebutnya umumnya melibatkan orang dari luar kota.

Ia juga menyinggung kasus perundungan atau bullying yang sebelumnya terjadi di salah satu SMA di Banda Aceh.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemko Banda Aceh telah menempatkan personel Satpol PP-WH di tingkat kecamatan.

Personel tersebut diharapkan membantu keuchik menjaga keamanan dan ketertiban.

“Jadi kawan-kawan ini bisa menginformasikan misalnya ada kumpul-kumpul atau hal apa, mereka menginformasikan ke kita sehingga kita bisa mengambil tindakan untuk patroli sebagaimana rutin yang kita lakukan,” jelas Afdhal.

Menurut Afdhal, perkembangan teknologi juga memunculkan berbagai persoalan baru di tengah masyarakat.

Karena itu, informasi dari keuchik mengenai aktivitas dan kejadian di gampong dibutuhkan pemerintah untuk menentukan langkah penanganan.

Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui WhatsApp, direct message (DM) media sosial wali kota dan wakil wali kota, serta aplikasi Saleum yang disediakan Pemko Banda Aceh.

“Laporan masyarakat nantinya akan dikonfirmasi oleh tim dari dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” pungkas Afdhal.(RSR12)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...