Jakarta. RU – Indonesia bersamaUni Emirat Arab, Turki, Qatar, Mesir, Pakistan, Arab Saudi, dan Yordania, mendesak Israel segera membuka akses bantuan ke Gaza dan mengakhiri pelanggaran gencatan senjata sesuai komitmen yang telah disepakati.
Desakan ini disampaikan, mengingat hingga saat ini Israel belum memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, termasuk mengizinkan masuknya bantuan dan bahan bakar dalam jumlah yang telah disepakati ke Gaza.
Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri dari delapan negara mayoritas Muslim itu menyampaikan “keprihatinan mendalam atas penderitaan kemanusiaan yang terus berlanjut di Gaza”.
Mereka mendesak Israel “untuk segera memenuhi komitmennya yang belum terpenuhi berdasarkan Fase Pertama Rencana Komprehensif”. Komitmen tersebut mencakup memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan dan pasokan pemulihan awal secara segera, aman, serta tanpa hambatan, sekaligus memfasilitasi rehabilitasi infrastruktur penting.
Para menteri luar negeri juga menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata dan menghentikan seluruh pelanggaran.
Sebelumnya, Dewan Perdamaian menyerukan dukungan internasional terhadap peta jalannya serta menegaskan kembali tujuannya menjelang Sidang Umum PBB di New York.
Dewan tersebut menyatakan bahwa rencana perdamaian telah membuka jalan bagi pembebasan dan pemulangan seluruh sandera Israel serta KTT Perdamaian Gaza. Langkah tersebut kemudian diikuti dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan pembentukan dewan tersebut.(TH05/Okezone)













