Kafilah Banda Aceh Ukir Prestasi di MTQ Nasional XXXI, Pemko Berikan Penghargaan

Tampak suasana penyerahan penghargaan kepada Kafilah MTQ Nasional XXXI di Semarang Tahun 2026 asal kota Banda Aceh dalam Rillah Dakwah Aceh 2026. Selasa 22 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/RSR12]

Banda Aceh, RU – Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan penghargaan kepada sejumlah putra-putri Kafilah Kota Banda Aceh yang berprestasi pada MTQ Nasional XXXI di Semarang Tahun 2026.

Penyerahan penghargaan dilakukan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam rangkaian kegiatan Rihlah Dakwah Aceh 2026 di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Selasa (220/9/2026) malam.

Sejumlah kafilah menerima penghargaan berupa paket umrah dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih sekaligus kontribusi mereka membawa nama Banda Aceh di tingkat nasional.

Habibul Hamiz, peraih Juara II Tilawah Anak-Anak Putra, mendapat penghargaan berupa umrah.

Penghargaan serupa diberikan kepada Althaf Rahmatillah yang meraih Juara II Pensyarah Tim Syarhil Qur’an Putra.

Sementara itu, Rahila Syakira yang meraih Juara Harapan I Cabang 5 Juz dan Tilawah Putri mendapatkan bonus Rp 15 juta.

Tim Syarhil Qur’an Putri yang terdiri dari Naurah Clarisa, Ulfa Masturina, dan Ken Nevretty Banyu Bening, yang meraih Juara Harapan I, masing-masing memperoleh Rp 15 juta.

Penghargaan Rp 10 juta masing-masing diberikan kepada Farhan Ridhallah, Chalif Aulya, dan M. Hanif Baihaqi yang meraih Juara Harapan III Fahmil Qur’an Putra.

Mayra yang meraih Juara Harapan III Cabang Khat Kontemporer Putri juga mendapatkan penghargaan sebesar Rp 10 juta.

Adapun M. Syauqi Dibran Pratama dari Cabang Tafsir Bahasa Arab dan Zahran Yumna dari Cabang Khat Dekorasi Putra masing-masing menerima penghargaan Rp 5 juta.

Illiza mengucapkan selamat kepada seluruh kafilah yang telah berprestasi dan membawa nama Banda Aceh di tingkat nasional.

“Untuk anak-anak kami semua yang telah berprestasi, sekali lagi saya ucapkan selamat. Teruslah belajar. Teruslah mencintai Al-Qur’an,” kata Illiza.

Ia berpesan agar prestasi yang diraih tidak menjadi akhir perjuangan para kafilah.

Menurut Illiza, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Jangan berhenti hanya karena sudah mendapatkan juara, karena prestasi hari ini harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” pungkas Illiza.(RSR12)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...