Banda Aceh. RU – Festival Banda Aceh Colossal resmi berakhir pada Minggu malam (20/09/2026) malam.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menutup rangkaian kegiatan sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba racik kopi.
Penutupan festival turut dihadiri seluruh SKPK Banda Aceh, staf khusus, tenaga ahli, serta Forkopimda Kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.
Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada masyarakat Banda Aceh yang dinilai telah menjadi tuan rumah yang baik selama kegiatan berlangsung.
“Penghargaan yang paling tulus saya persembahkan kepada seluruh warga Kota Banda Aceh. Terima kasih telah menjadi tuan rumah yang sangat baik, santun, menjaga kebersihan, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh tamu yang hadir,” kata Illiza.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia atas dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Banda Aceh Colossal.
“Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia atas dukungan yang tak terhingga,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada panitia, sponsor, instansi terkait, jajaran keamanan, petugas kebersihan, media massa, dan seluruh pengisi acara.
“Terima kasih juga kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah, para sponsor, instansi terkait, jajaran keamanan, petugas kebersihan, media massa, serta para pengisi acara,” sambung Illiza.
Menurut Illiza, berbagai agenda pariwisata yang digelar di Aceh menunjukkan eksistensi daerah tersebut sebagai salah satu pusat penyelenggaraan agenda pariwisata berkualitas di Indonesia.
Ia menyebut Aceh Culinary Festival yang secara rutin masuk dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai salah satu bukti konsistensi tersebut.
“Kita patut berbangga karena Aceh terus membuktikan eksistensinya sebagai salah satu pusat penyelenggaraan agenda pariwisata berkualitas di Indonesia,” kata Illiza.
Ia mengatakan posisi tersebut semakin diperkuat dengan masuknya Aceh Ramadhan Festival dan Banda Aceh Colossal Coffee Experience ke dalam kalender pariwisata nasional.
Illiza berharap wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh tidak hanya menikmati destinasi wisata sejarah, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui budaya kopi dan keramahan masyarakat setempat.
“Kita juga ingin setiap wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh tidak hanya membawa kenangan akan indahnya destinasi bersejarah seperti Masjid Raya Baiturrahman, tetapi juga membawa kesan mendalam tentang kehangatan budaya ngopi serta keramahan masyarakat kita,” tuturnya.
Penutupan Festival Banda Aceh Colossal menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya kopi Aceh sekaligus memperkuat citra Banda Aceh sebagai destinasi wisata yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, dan tradisi masyarakat.(RSR12)













