Blangpidie. RU – Ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang, menyita perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Bupati Abdya, Safaruddin, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, aparatur gampong, hingga masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh.
“Saya instruksikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Abdya, para camat, aparatur gampong, dan seluruh masyarakat agar selalu siap siaga menghadapi bencana dengan memantau perkembangan situasi,” kata Safaruddin, Jumat (18/09/2026).
Safaruddin menjelaskan bahwa kendati genangan banjir semalam mulai surut, ancaman susulan masih mengintai mengingat kondisi cuaca yang masih mendung dan berpotensi memicu hujan berintensitas tinggi.
“Meskipun air sudah mulai surut setelah banjir semalam, kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Langkah mitigasi mandiri turut ditekankan kepada warga, mulai dari memastikan kelancaran saluran air, membatasi aktivitas berisiko, hingga segera melapor ke posko BPBK atau aparatur gampong terdekat jika melihat tanda-tanda bahaya.
“Jika melihat retakan tanah, pergerakan tanah, atau kenaikan debit air sungai secara tiba-tiba, segera hindari lokasi tersebut dan laporkan,” tutur Safaruddin.
Guna mengantisipasi kondisi darurat, Pemkab Abdya telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBK beserta seluruh peralatan kebencanaan.
Warga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi BMKG dan tidak panik.
“Dengan kesiapsiagaan bersama, potensi dampak bencana dapat diminimalisir. Masyarakat kita harapkan tetap tenang, waspada, dan menjaga keselamatan diri serta keluarga,” pungkas Safaruddin.(T08)













