Banda Aceh. RU – Lambannya penanganan pascabencana di Aceh mendapat sorotan dari ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK).
Mereka menggelar aksi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (10/09/2026), sembari menyampaikan kajian dan rekomendasi kepada pemerintah.
Presiden Mahasiswa USK M. Ruhdi Anugrah mengatakan masih banyak persoalan yang belum tertangani, meski pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan pascabencana.
“Banyak sekali kelalaian pemerintah, padahal anggaran sudah dikasih oleh pusat. Tetapi sangat lambat,” kata Ruhdi dalam orasinya.
Menurut dia, persoalan tersebut mencakup akses jalan dan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Sejumlah ruas jalan masih ditutup, sementara sekolah yang mengalami kerusakan belum seluruhnya diperbaiki.
“Masih banyak jalan yang masih ditutup, pendidikan, sekolah-sekolah yang terdampak masih banyak yang belum diperbaiki,” ujar presiden mahasiswa USK tersebut.
Aksi itu diterima Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh M. Taufik.
Mahasiswa dipersilakan masuk ke halaman Kantor Gubernur Aceh untuk berdiskusi sekaligus menyampaikan kajian dan rekomendasi yang telah disiapkan.
Taufik mengapresiasi kedatangan mahasiswa dan memastikan pemerintah menerima masukan yang disampaikan.
Informasi dari mahasiswa, kata dia, diperlukan sebagai bahan evaluasi terhadap penanganan pascabencana.
“Kami menerima semua saran dan rekomendasi dari adik-adik mahasiswa. Kami butuh informasi dari adik-adik untuk terus kami mulai mengevaluasi,” kata Taufik.
Ia mengakui progres penanganan pascabencana di Aceh masih berjalan lambat.
Pemerintah, menurut Taufik, sepakat melakukan perbaikan di berbagai sektor dan mengajak mahasiswa turut mengawal proses tersebut.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih. Ini niat baik untuk masyarakat. Kami mengajak adik-adik di sini untuk terus bantu kami. Kita berkolaborasi untuk saling memberikan informasi,” pungkas Taufik.(RSR12)













