Hasil Uji Laboratorium Sampel MBG, Berikut Keterangan BPOM

Kepala BPOM Aceh Tengah, Pupa Feshirawan Putra saat memberikan keterangan hasil uji laboratorium sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG). Rabu 9 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/BI09]

Takengon. RU – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh Tengah menyatakan sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi sejumlah siswa sekolah dasar di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, tidak terdeteksi mengandung senyawa histamin.

Kepala BPOM Aceh Tengah Pupa Feshirawan Putra membenarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur SPPG Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, telah selesai dilakukan di BPOM Banda Aceh.

Menurut Pupa, sampel yang diperiksa berasal dari dua sumber, yakni ompreng dari sekolah yang bukan merupakan sisa makanan korban dan ompreng dari SPPG.

”Sampel yang sudah dilakukan pengujian berasal dari dua sumber yaitu, ompreng dari sekolah yang bukan sisa makanan korban dan ompreng dari SPPG,” terang Pupa Feshirawan Putra seperti diberitakan rahasiaumum.com pada Rabu (09/09/2026).

Pengujian dilakukan terhadap daging ikan yang sebelumnya diduga menjadi penyebab keluhan kesehatan para siswa.

Namun, pemeriksaan tidak menemukan senyawa histamin pada sampel tersebut.

”Dugaan kami penanganan ikan yang kurang tepat pada saat penerimaan, penyimpanan dan pelelehan dari kondisi beku,” ujarnya.

Histamin merupakan senyawa organik yang diproduksi tubuh dan berperan dalam sejumlah fungsi penting, termasuk respons terhadap infeksi.

Senyawa tersebut juga dapat terbentuk pada makanan seperti ikan, keju, dan pangan fermentasi akibat aktivitas bakteri selama penyimpanan.

Pupa menjelaskan, pengendalian histamin pada ikan sangat bergantung pada penerapan manajemen rantai dingin atau cold chain system.

Ikan perlu segera didinginkan dan disimpan pada suhu di bawah 4 derajat Celsius atau menggunakan es curah dengan rasio 1:1 setelah ditangkap.

Dokumen hasil pemeriksaan laboratorium, kata Pupa, telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Kesehatan.

Sebelumnya, belasan siswa sekolah dasar di Kecamatan Timang Gajah dilarikan ke Puskesmas Lampahan setelah mengalami sejumlah keluhan usai menyantap menu MBG pada Rabu, 2 September 2026.

Para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, gatal-gatal, hingga sakit perut.

Sejumlah siswa bahkan mengalami lemas dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan BPOM tersebut menjadi bagian dari penelusuran untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa setelah mengonsumsi makanan program MBG.(BI09)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...