Banda Aceh. RU – Partai Darul Aceh (PDA) kembali melakukan Musyawarah Raya (Mura) III PDA yang berlangsung pada 4-6 September 2026 di Banda Aceh, untuk perubahan identitas partai setelah tidak berhasil mencapai ambang batas atau electoral threshold pada Pemilu sebelumnya.
Ketua Panitia Mura III PDA, Muhammad Saddam, mengatakan Mura III menghasilkan tiga alternatif nama baru yang akan menjadi pilihan untuk perubahan nama partai. Ketiga nama tersebut yakni Partai Daurah Aceh, Partai Duta Aceh, dan Partai Daulah Aceh.
“Ada tiga nama yang kita hasilkan dalam hasil Mura, yaitu Partai Daurah Aceh, Partai Duta Aceh, dan Partai Daulah Aceh,” kata Saddam, Senin (07/09/2026).
Selain perubahan nama, Mura III juga menyepakati perubahan desain bendera PDA. Perubahan tersebut mencakup posisi nama partai, lambang bintang bulan, serta penambahan elemen garis hitam.
Ia menjelaskan, nama partai yang sebelumnya berada di bawah lambang bintang bulan akan dipindahkan ke sisi kiri secara vertikal.
“Kemudian ada penambahan dua garis hitam di sisi atas dan bawah. Sebelumnya cuma dua garis hitam, sekarang jadi empat,” katanya.
Sementara lambang bintang bulan yang sebelumnya berada di tengah bendera akan digeser sedikit ke arah atas, atau berada pada posisi sekitar jarum jam dua.
Menurut Saddam, perubahan identitas tersebut menjadi bagian dari upaya PDA melakukan pembenahan setelah tidak mencapai electoral threshold pada Pemilu sebelumnya.
Di tengah agenda perubahan tersebut, Mura III juga menetapkan kepengurusan baru DPP PDA untuk periode 2026–2032.
Tgk Habibie Waly Al-Khalidi, atau Abuya Habibie Waly ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP PDA secara aklamasi.
Selain Abuya Habibie Waly, Mura III menetapkan Eddi Shadiqin, sebagai Sekretaris Jenderal dan Muhammad Saddam sebagai Bendahara Umum DPP PDA periode 2026–2032.(TH05)













