Beirut. RU – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan pada Sabtu (29/08/2026) bahwa pemerintah Lebanon telah memilih jalur yang “tidak membanggakan Lebanon” dengan memasuki perundingan langsung dengan Israel.
Dia menegaskan bahwa Hizbullah menolak kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani Lebanon dan Israel di Amerika Serikat pada 26 Juni 2026.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Qassem mengatakan bahwa perundingan tersebut tidak menghentikan perang, tetapi justru memberikan legitimasi kepadanya.
Dia menggambarkan langkah tersebut sebagai penyerahan diri secara hina kepada musuh tanpa memperoleh imbalan apa pun.
Dilansir Aljazeera, Sabtu (29/08/2026), Qassem menuduh pemerintah Lebanon telah membuat rakyat dan negaranya membayar harga dalam perundingan demi mempertahankan kekuasaan kalian dan menyenangkan Amerika yang bersekongkol dengan Israel.
Menurutnya, situasi yang berlangsung saat ini bukanlah perang timbal balik, melainkan agresi Israel yang nyata, yang intensitasnya naik dan turun.
Dia menilai penurunan intensitas serangan tersebut berkaitan dengan “Iran dan nota kesepahaman.
Qassem juga menegaskan bahwa Hizbullah tidak menginginkan perang. Dia merujuk pada persetujuan kelompoknya terhadap kesepakatan 27 November 2024 serta komitmennya untuk menjalankan kesepakatan tersebut.
Dia juga menilai Israel tidak akan mampu mendirikan permukiman di Lebanon Selatan karena kawasan tersebut tidak akan stabil selama masih terdapat perlawanan.
Menurutnya, Hizbullah telah mematahkan proyek Israel Raya dan mencegah Israel mencapai Beirut.
Qassem menegaskan bahwa Hizbullah dalam kondisi menghadapi konfrontasi dan akan tetap bertahan.
Dia juga menyatakan kesiapan untuk menerapkan kesepakatan 27 November 2024 di bawah payung Resolusi 1701 dan tidak lebih dari itu.
Kesepakatan Lebanon-Israel
Untuk diketahui, Lebanon dan Israel telah menggelar serangkaian putaran perundingan intensif di Washington dengan mediasi Amerika Serikat. Perundingan tersebut berlangsung sejak pertengahan April 2026 hingga penandatanganan kesepakatan final pada 26 Juni 2026.
Kesepakatan itu menetapkan kerangka menyeluruh untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Kerangka tersebut didasarkan pada pengakuan timbal balik atas hak Lebanon dan Israel untuk hidup berdampingan secara damai sebagai dua negara berdaulat, serta membuka jalur perundingan langsung di bawah naungan Amerika Serikat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih belum terselesaikan.
Kesepakatan tersebut juga memuat rencana bertahap untuk memperkuat kedaulatan negara Lebanon melalui penempatan tentara Lebanon sebagai imbalan atas penarikan pasukan Israel.
Pengaturan pelaksanaannya akan ditentukan dalam lampiran keamanan dengan pengawasan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat.
Kesepakatan itu juga mencakup pembentukan sejumlah wilayah percontohan untuk memulai tahap transisi.
Proses rekonstruksi dan pemulangan warga sipil akan dikaitkan dengan kemajuan dalam pelucutan senjata Hizbullah, pembongkaran struktur militernya, serta penguatan kendali keamanan oleh negara.
Amerika Serikat akan bertugas memantau pelaksanaan kesepakatan sekaligus menjamin kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuannya.
Di lapangan, pesawat tempur Israel pada Sabtu (28/08/2026) malam melancarkan serangan udara ke wilayah Kafr Rumman dan Nabatieh di Lebanon selatan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi mengenai korban akibat serangan tersebut.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa pesawat tempur Israel menyerang kawasan Douha Kafr Rumman dalam sebuah serangan udara. Sebelumnya, sebuah pesawat nirawak menjatuhkan bahan peledak di atas wilayah tersebut.
Pesawat tempur Israel juga melancarkan dua serangan ke kawasan Al-Deir di Nabatieh al-Fawqa.
Sebelumnya, pasukan Israel melakukan serangkaian ledakan di tiga wilayah di Lebanon selatan.
Pada saat yang sama, satu pasukan Israel dilaporkan melakukan penyusupan menuju wilayah Aita al-Jabal dan membakar sejumlah area di pinggir kota tersebut. Pasukan Israel juga melancarkan tembakan artileri ke sejumlah wilayah lainnya.(TH05/Republika)













