Pemkab Bener Meriah Tetapkan Radio Rimba Raya sebagai Situs Cagar Budaya

Radio Rimba Raya
Tugu Radio Rimba Raya yang menyampaikan kepada informasi eksistensi negara Republik Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948. [Foto: RRI/Rahasiaumum.com]

Redelong. RU – Radio Rimba Raya di Kabupaten Bener Meriah resmi ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Penetapan tersebut dituangkan melalui Surat Keputusan Bupati Bener Meriah Nomor 180/467/SK/2026.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melindungi dan melestarikan warisan sejarah yang memiliki arti penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” demikian bunyi surat ketetapan yang ditandatangani Bupati Bener Meriah , H Tagore Abubakar.

Seperti diketahui, Radio Rimba Raya memiliki catatan penting dalam sejarah Indonesia, khususnya pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948. Ketika sejumlah pemancar radio Republik Indonesia dikuasai Belanda dan siarannya digantikan dengan Radio Hilversum, Radio Rimba Raya tetap mengudara dari dataran tinggi Gayo.

Melalui siarannya, Radio Rimba Raya menyampaikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih ada dan tidak menyerah kepada Belanda.

Siaran tersebut berhasil menjangkau dunia internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Keberadaan Radio Rimba Raya menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia masih berdiri sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

Dengan ditetapkannya sebagai Situs Cagar Budaya, kawasan Radio Rimba Raya kini memiliki kedudukan penting dalam pelestarian warisan sejarah perjuangan kemerdekaan.

Status tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan perhatian pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, terhadap keberadaan situs bersejarah tersebut.

Setelah penetapan di tingkat kabupaten, saat ini tim kerja tengah mempersiapkan dokumen pengusulan Situs Cagar Budaya Radio Rimba Raya ke tingkat nasional.

Penetapan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian Radio Rimba Raya sekaligus memastikan sejarah perjuangan dan peran pentingnya dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia tetap dikenang oleh generasi mendatang.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...