Banda Aceh. RU – Jalur pelayaran kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) Krueng Geukuh, Aceh Utara-Penang, Malaysia, segera memasuki tahap persiapan akhir.
Pemerintah Aceh mengebut sejumlah kebutuhan regulasi dan operasional untuk merealisasikan program prioritas Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) tersebut.
Persiapan dibahas dalam rapat di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (28/08/2026), yang dipimpin Plt Sekda Aceh Taufik.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh T Faisal mengatakan salah satu langkah mendesak ialah menyelesaikan rancangan peraturan gubernur (Ranpergub) tentang penugasan PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai pelaksana layanan Ro-Ro.
“Salah satu agenda utama adalah mempercepat proses penyusunan rancangan peraturan gubernur (Ranpergub) terkait penugasan PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai pelaksana layanan Ro-Ro tersebut,” kata Faisal.
Menurut dia, PEMA dapat menggandeng pengusaha dan investor melalui skema business to business (B2B), sementara Pemerintah Aceh tetap mengatur aspek strategis seperti tarif, jadwal pelayaran, dan prioritas muatan.
“Dishub akan menyediakan pendanaan berupa hibah maupun penyertaan modal untuk mendukung penugasan PT PEMA,” kata Faisal.
PEMA ditargetkan menyerahkan proposal pengadaan kapal, baik melalui sewa maupun pembelian, paling lambat 31 Agustus 2026.
Konsultasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Dalam Negeri dijadwalkan 2-3 September 2026.
“Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI juga kami lakukan untuk mendorong dimulainya perundingan bilateral Indonesia-Malaysia terkait konektivitas Ro-Ro Aceh-Penang,” ujar Faisal.
Plt Sekda Aceh Taufik meminta proses tersebut dikawal karena merupakan program prioritas gubernur.
“Bangun komunikasi segera dengan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait di Kementerian Dalam Negeri mengenai mekanisme hibah, subsidi atau penyertaan modal serta lakukan konsultasi untuk memperoleh rekomendasi penetapan pergub,” kata Taufik.
Selain regulasi dan kapal, Pemerintah Aceh menyiapkan pelabuhan, layanan kepabeanan, imigrasi, karantina, serta kesiapan muatan agar rute Krueng Geukuh-Penang dapat segera direalisasikan.(R10)













