Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan Pelajar di Wih Pesam

Pelajar dianiaya
Personel Polres Bener Meriah menemui pelajar korban penganiayaan yang menjalani perawatan di RS Datu Beru Takengon, Aceh Tengah, Minggu (23/8/2026). [Foto: Polres/Rahasiaumum.com]

Redelong. RU – Polres Bener Meriah, mulai menyelidiki dugaan penganiayaan seorang pelajar SMA berusia 16 tahun oleh sejumlah siswa lainnya di kabupaten itu, setelah rekaman video penganiayaan tersebut viral di media sosial.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu 22 Agustus 2026 di Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Dari keterangan saksi, korban mengalami kekerasan fisik setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah pelajar lainnya.

Peristiwa itu pun menjadi perhatian masyarakat setelah rekamannya beredar di media sosial.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan di RS Datu Beru Takengon, sehingga pemeriksaan terhadap korban dilakukan setelah kondisinya memungkinkan.

“Dalam perkara ini, kami melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, melengkapi alat bukti dan memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak,” ujar Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, Minggu (23/08/2026).(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...