Blangpidie. RU – Akses keluar-masuk perahu nelayan di Muara Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terganggu akibat pendangkalan.
Kondisi itu mendorong nelayan bersama Panglima Laot Abdya, T. Indra Sukma, melakukan gotong royong pada Minggu (23/08/2026).
Upaya pengerukan sedimen semula dilakukan menggunakan mesin penyedot milik Dinas Pertanian Abdya.
Namun, pekerjaan tidak dapat dilanjutkan setelah diketahui material yang menutup dasar muara bukan hanya pasir, melainkan juga pecahan batu karang.
“Sedimen di muara ini ternyata bukan hanya pasir, tetapi juga banyak pecahan karang. Jadi, proses penyedotan tidak bisa dilakukan lebih lanjut,” ujar Indra.
Pendangkalan tersebut membuat perahu nelayan kesulitan melintas ketika hendak menuju laut maupun kembali ke muara.
Karena itu, Indra meminta Pemerintah Kabupaten Abdya membantu pengerukan menggunakan alat berat.
“Kita sudah menghubungi pelaksana tugas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD dan meminta alat berat beko untuk mengerok sedimen tersebut. Respons beliau positif,” katanya.
Pelaksana Tugas Kalak BPBD Abdya, Mukhsin, mengatakan pihaknya akan mengirim operator untuk lebih dulu melakukan survei kondisi muara.
Jika pengerukan memungkinkan menggunakan alat berat milik BPBD, pihaknya akan segera memberikan bantuan.
Namun, apabila kondisi lapangan tidak memungkinkan, penanganannya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan.
“Kami akan turunkan operator untuk survei dulu. Kalau memungkinkan, akan kami bantu pengerukan. Kalau tidak memungkinkan, nanti dikoordinasikan dengan dinas terkait agar penanganannya sesuai dengan kewenangan,” kata Mukhsin.(T08)













