Syahrun, Buruh Sawit di Subulussalam yang Menaruh Asa di Pilkades

Syahrun Angkat Calon Kepala Kampong Lae Motong. Sabtu 22 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/MB07]

Subulussalam. RU – Aktivitas sebagai buruh panen sawit tidak menghalangi Syahrun Angkat untuk terlibat dalam pembangunan kampong.

Pria kelahiran Lae Ntomel, Kabupaten Pakpak Bharat, 20 Juli 1985, itu kini maju sebagai calon Kepala Kampong Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Syahrun menjadi calon nomor urut 1 dalam Pemilihan Kepala Kampong (Pilkampong) serentak Kota Subulussalam yang dijadwalkan berlangsung 1 September 2026. Ia akan bersaing dengan Suryadi.

Tinggal di Dusun Sejahtera, Kampong Lae Motong, Syahrun mengatakan pencalonannya berangkat dari keinginannya ikut membenahi kampong serta pengamatannya terhadap pelaksanaan pemerintahan sebelumnya.

“Kalaupun sehari-hari aktif kerja dodos sawit, semangat untuk membangun desa tetap melekat,” kata Syahrun seperti diberitakan rahasiaumum.com, Sabtu (22/08/2026).

Menurut dia, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ada yang penting dibangun untuk desa ini, mewujudkan desa yang sejahtera dan adil, melayani semua warga tanpa pilih kasih,” ujarnya.

Jika mendapat kepercayaan warga, Syahrun berkomitmen membenahi pelayanan administrasi kampong agar lebih cepat, mudah, dan ramah.

Ia juga menargetkan rehabilitasi sedikitnya tiga rumah tidak layak huni setiap tahun bagi warga yang membutuhkan.

Perlindungan pekerja menjadi salah satu perhatian lain. Ia berencana mengupayakan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja berisiko, terutama masyarakat kurang mampu.

Di bidang ekonomi, Syahrun ingin mengoptimalkan aset kampong untuk membuka lapangan kerja.

Potensi pertanian, perkebunan, kolam ikan, serta sumber daya alam akan didorong agar dapat dikelola sesuai ketentuan.

Untuk pendidikan keagamaan, ia menawarkan paket beasiswa bagi anak-anak kampong yang menuntut ilmu di pondok pesantren.

Sementara warga lanjut usia akan diarahkan mendapat dukungan modal usaha kecil sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Syahrun menegaskan anggaran kampong harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pembangunan juga mesti diarahkan pada fasilitas yang benar-benar dibutuhkan warga.

“Konkretnya, semua urusan warga dipermudah, cepat dan ramah, mengelola aset desa yang ada dan memprioritaskan rasa aman bagi pemanen atau buruh sawit, tukang dan sopir dari keluarga kurang mampu dengan jaminan BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung desa,” katanya.

Ia turut mengajak masyarakat Lae Motong menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu hubungan sosial, agama, dan budaya.

“Memilih tanpa paksaan, tidak terintimidasi akan menghasilkan pemimpin yang amanah. Syahrun siap menerima amanah warga Lae Motong periode 2026–2032,” pungkasnya.

Bagi Syahrun, pencalonan tersebut merupakan langkah untuk mengubah pengalaman sehari-hari sebagai buruh panen sawit menjadi pengabdian bagi masyarakat.

Kini, ia berharap memperoleh kepercayaan warga untuk memimpin dan membangun Kampong Lae Motong.(MB07)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...