Banda Aceh. RU – Sebanyak 123 kejadian kecelakaan wisata dengan 160 korban tercatat di kawasan wisata Aceh sepanjang 2015–2026, dengan 102 orang meninggal dunia, 44 selamat, dan 14 lainnya dinyatakan hilang.
Data operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banda Aceh mengungkap, Kabupaten Aceh Besar menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 60 kasus atau 48,8 persen dari total kejadian di Aceh, dengan kawasan wisata pesisir Lhoknga dan Lampuuk mencatat kejadian berulang setiap tahun.
“Keselamatan pariwisata bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ini membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, masyarakat, aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga pemandu wisata,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Al Hussain, Jumat (21/08/2026).
Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan respons setelah kecelakaan terjadi. Kesiapan sumber daya manusia, pengawasan, ketersediaan fasilitas keselamatan, serta kejelasan mekanisme penanganan darurat perlu dibangun secara terpadu sebelum risiko berkembang menjadi insiden.
Sementara itu, pengelola Pantai Lampuuk, Murtala menyebutkan sistem keselamatan telah diperkuat melalui penerapan SOP, pelibatan tim respons cepat berbasis jet ski, serta dukungan relawan dan masyarakat lokal berkompetensi SAR.
“Namun, keterbatasan anggaran operasional, fasilitas keselamatan, koordinasi lintas sektor, dan belum tersedianya pos kesehatan di kawasan wisata masih menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama,” ujarnya.(TH05)













