70 KPM di Abdya Terima Bantuan Usaha Produktif dari Pemkab

Bupati Abdya Safaruddin menyerahkan bantuan UEP kepada 70 KPM secara simbolik. Minggu 16 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, menyalurkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Minggu (16/08/2026).

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha menengah ke bawah sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Penyaluran secara simbolis dilakukan Bupati Abdya Safaruddin didampingi Ketua DPRK Roni Guswandi, Plt Sekda Amrizal, dan Kepala Dinas Sosial Iin Supardi di Kantor Dinas Sosial Abdya.

Safaruddin mengatakan, UEP diberikan dalam bentuk bahan atau kebutuhan usaha yang dapat menunjang kegiatan ekonomi penerima manfaat.

Pemerintah daerah juga memproyeksikan jumlah penerima akan bertambah pada tahun depan.

“Perlu juga kami sampaikan bahwa tahun depan Pemerintah Abdya memproyeksikan sebanyak 150 penerima manfaat bantuan UEP,” kata Safaruddin.

Selain bantuan, pemerintah akan memberikan pendampingan agar usaha penerima berkembang.

Menurut Safaruddin, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan harian masyarakat.

“Semua ini kita berikan agar usaha para penerima manfaat bisa meningkat. Kalau dulunya penghasilan sehari Rp30 ribu sampai Rp40, ke depan kita upayakan meningkat menjadi Rp70 hingga Rp100 ribu per hari,” ujarnya.

Safaruddin mengingatkan penerima agar bantuan dipergunakan sesuai peruntukan dan tidak dijual maupun dikonsumsi.

“Saya minta bantuan ini untuk usaha bapak, ibu sekalian, jangan dikonsumsi apalagi dijual,” kata Safaruddin.

Ia menegaskan, pemberian bantuan tidak didasarkan pada pilihan politik masyarakat dalam Pilkada sebelumnya.

Warga yang memenuhi kriteria desil 1 hingga 5 tetap berhak menerima bantuan.

Safaruddin juga mengatakan pembangunan daerah membutuhkan waktu.

Ia menyebut masa kepemimpinannya bersama Zaman Akli baru berjalan sekitar satu setengah tahun sehingga hasil pembangunan belum seluruhnya dapat terlihat.

“Jika ingin melihat apa yang sudah kami perbuat, maka lihat dan nilailah pada tahun 2027. Insya Allah nanti kita semua lihat apa perubahan yang kami lakukan,” ucapnya.

Kepala Dinas Sosial Abdya Iin Supardi menjelaskan, bantuan UEP 2026 bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Dari 70 penerima, sebanyak 50 KPM menjalankan usaha kios dan 20 lainnya mendapat bantuan untuk usaha menjahit.

“Penerima manfaat ini sudah kita lakukan verifikasi ke lapangan dan sesuai dengan desil 1-5. Kami juga dapat memastikan penerima bantuan ini benar-benar sudah layak dengan tujuan untuk meningkatkan pengembangan ekonomi mereka dalam rangka menuntaskan kemiskinan di Abdya,” pungkasnya.(T08)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...