Karhutla di Aceh Barat Meluas Hingga Enam Kecamatan

Karla Aceh Barat
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Aceh Barat. [Foto: BPBD/Rahasiaumum.com]

Meulaboh. RU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengatakan luas lahan yang terbakar di Kabupaten Aceh Barat, hingga saat ini sudah mencapai 20,5 hektare yang tersebar di enam kecamatan. 

“Saat ini petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal, dikutip Rabu (05/08/2026).

Dari total luas lahan yang sudah terbakar tersebut, sejumlah titik api berhasil ditangani, sementara satu lokasi di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, api telahpadam sepenuhnya.

Berdasarkan data resmi BPBD Aceh Barat, sebaran titik Karhutla di Kecamatan Meureubo meliputi Desa Gunong Kleng seluas 0,5 Ha telah padam 100 persen dan di Desa Ujong Tanoh Darat ADB seluas 1,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen.

Di Kecamatan Samatiga luas lahan terbakar di Desa Cot Seumeureng seluas 4 Ha dan Desa Paya Lumpat seluas 3,5 Ha.

Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa Lapang  seluas 1 Ha dan Desa Leuhan seluas 4 Ha sudah padam sekitar 90 persen.

Kemudian di Kecamatan Woyla Barat meliputi Desa Blang Luah seluas 2 Ha sudah padam sekitar 90 persen, Kecamatan Bubon di Desa Peulanteu seluas 2,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen, serta di Kecamatan Arongan Lambalek di Desa Keub seluas 1,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen.

Untuk menanggulangi karhutla, BPBD Aceh Barat mengerahkan personel dari Mako BPBD bersama Damkar Pos Meureubo, Woyla, Arongan, dan Kaway XVI. Penanganan ini juga dibantu penuh oleh TNI, Polri, masyarakat lokal, dan mahasiswa UKM PK UTU dengan sarana pendukung berupa unit kendaraan operasional, mesin pompa air, serta drone pemantau.

Meski demikian, tim di lapangan masih menghadapi hambatan utama berupa terbatasnya sumber air di lokasi kebakaran serta tiupan angin kencang.

Karhutla ini telah merusak vegetasi alam dan memicu asap yang mengganggu pernapasan warga serta pengguna jalan.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...