Banda Aceh. RU – Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal menjadi perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengunjungi pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Sabtu (18/07/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Illiza melihat langsung proses pembelajaran serta berdialog dengan instruktur dan peserta mengenai pengalaman, tantangan, serta peluang setelah mengikuti pelatihan.
Menurut Illiza, keterampilan membordir tidak hanya menghasilkan produk bernilai seni, tetapi juga membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja baru.
Apalagi jika dipadukan dengan wastra atau kain tradisional Aceh, produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kreatif. Melalui pelatihan seperti ini, kita berharap lahir pelaku-pelaku usaha yang mandiri, inovatif, dan mampu menghadirkan produk lokal yang berdaya saing,” ujarnya.
Ia mengapresiasi BPVP Banda Aceh yang terus menyediakan pelatihan vokasi sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri kreatif.
Illiza menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi usaha produktif, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banda Aceh.(R10)













