BPJN Aceh Siapkan Proyek Infrastruktur Rp 800 Miliar di Bener Meriah

Plt Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini pada saat memaparkan perencanaan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Selasa 7 Juli 2026 [Dok. rahasiaumum.com/BI09]

Redelong. RU – Pengembangan proyek infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu agenda yang dipaparkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Selasa (07/07/2026).

Rencana tersebut dipresentasikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, di hadapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam paparannya, Zulkarnaini menjelaskan kebutuhan anggaran pembangunan jembatan permanen atau jembatan panjang di kawasan Tajuk Enang-enang diperkirakan mencapai sekitar Rp700 miliar.

“Untuk pembangunan jembatan permanen di kawasan Tajuk Enang-enang diperkirakan lebih kurang Rp700 miliar. Mudah-mudahan jembatan yang direncanakan dibangun ini menjadi ikon untuk di Aceh,” jelas Zulkarnaini.

Ia mengatakan, proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2027 dengan estimasi waktu pelaksanaan selama tiga tahun.

Sebelum pembangunan jembatan permanen dimulai, BPJN Aceh akan melakukan penanganan sementara melalui penambahan abutmen sebagai penyangga jembatan Enang-enang dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp400 juta.

“Dalam waktu dekat akan melakukan penambahan Abutmen untuk penyangga jembatan Enang-enang sebagai penanganan sementara dengan total anggaran yang diperlukan mencapai Rp400 juta,” terangnya.

Selain proyek Enang-enang, BPJN Aceh juga merencanakan tiga pembangunan infrastruktur lain di wilayah Bener Meriah, yakni Jembatan Simpang Lancang senilai Rp30 miliar, Jembatan Werlah sebesar Rp30 miliar, serta pembangunan Jalan Werlah dengan anggaran Rp40 miliar.

Proyek jalan tersebut mencakup pelebaran masing-masing satu meter di sisi kiri dan kanan.

“Jembatan Simpang Lancang Rp30 miliar, Jembatan Werlah Rp30 miliar dengan lebar jembatan 6 meter agar bisa dilalui dua kendaraan dan ditargetkan rampung dalam satu tahun,” papar Zulkarnaini.

Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan Jembatan Enang-enang, Jembatan Simpang Lancang, Jembatan Werlah, serta Jalan Werlah diperkirakan mencapai lebih dari Rp800 miliar.(BI09)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...