BPK Soroti 13 Paket Pengadaan Peralatan Sekolah di Disdik Aceh

Ilustrasi. Senin 6 Juli 2026 [Dok. Generate By AI/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh menemukan penyimpangan pada pengadaan belanja modal peralatan dan mesin di Dinas Pendidikan Aceh Tahun Anggaran 2025.

Sebanyak 13 paket pengadaan melalui mekanisme e-purchasing tidak memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam kontrak.

Informasi yang dihimpun rahasiaumum.com, Senin (06/07/2026), temuan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Kepatuhan Pemerintah Aceh Tahun 2025.

Berdasarkan pemeriksaan dokumen, keterangan para pihak, serta pengecekan fisik, BPK mencatat sedikitnya 31 jenis barang pada 13 paket pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.

Paket yang diperiksa meliputi pengadaan peralatan praktik SMK, laboratorium IPA SMA, hingga perlengkapan marching band yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Auditor menemukan berbagai ketidaksesuaian, di antaranya kapasitas peralatan yang lebih rendah dari kontrak, perbedaan merek dan fitur, hingga sejumlah perlengkapan laboratorium serta dokumen pelatihan yang tidak tersedia.

Temuan itu di sejumlah sekolah, antara lain SMKN 3 Banda Aceh, SMKPP Negeri Saree, SMKN 1 Bireuen, SMKN 1 Idi, SMKN 3 Sigli, dan SMAN 1 Sakti di Kabupaten Pidie.

Selain itu, pengadaan marching band untuk SMA di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya juga bermasalah karena ukuran stik drum yang diterima tidak sesuai spesifikasi.

Menurut BPK, kondisi tersebut bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan LKPP Nomor 4 Tahun 2024.

Akibatnya, tujuan pengadaan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran belum tercapai secara optimal.

Menanggapi temuan itu, Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Pendidikan Aceh menyatakan sependapat dengan hasil pemeriksaan BPK dan berkomitmen memerintahkan penyedia mengembalikan kelebihan pembayaran atas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi sesuai rekomendasi auditor.(R015)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...