Sejumlah Rekanan Borong Paket Proyek di Aceh Barat

Nasruddin Bahar
Koordinator TTI, Nasruddin Bahar. [Foto: Dok pribadi/ Rahasiaumum.com]

Meulaboh. RU – Transparansi Tender Indonesia (TTI) menemukan indikasi adanya rekanan yang mendominasi sejumlah paket proyek pengadaan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Aceh Barat.

Dari 505 paket pekerjaan yang dianalisis TTI, terdapat 10 rekanan yang memperoleh paket dalam jumlah jauh lebih banyak dibandingkan rekanan lainnya,” kata Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, Senin (06/07/2026).

Dijelaskan Nasruddin, rekanan/penyedia dengan paket terbanyak adalah CV. Sepakat Karya Consultant dengan 36 paket senilai sekitar Rp1,20 miliar.

Posisi berikutnya ditempati Sada Konsultan dengan 27 paket, CV. Tripa Karya Cipta dan Barsela Aceh Consultant yang masing-masing memperoleh 26 paket.

Selanjutnya terdapat CV. Ramarakas dengan 15 paket. Selanjutnya CV. Putra Jaya Konsultan sebanyak 12 paket. Serta CV. Ceurana dengan 10 paket.

Sementara itu, CV. Palugada Van Java, Karya Irama Agung, dan CV. Pelita Meugah Mandiri masing-masing tercatat memperoleh 9 paket pekerjaan.

“Konsentrasi paket pekerjaan pada segelintir rekanan ini merupakan indikator risiko (red flag) yang patut ditelusuri lebih lanjut,” sebutnya.

Menurutnya, meski belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran, pola penguasaan paket berulang oleh penyedia yang sama, berpotensi mengurangi persaingan usaha yang sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Karena itu, TTI mendesak aparat pengawas internal pemerintah, BPK, serta aparat penegak hukum untuk melakukan audit terhadap pola distribusi paket, keterkaitan antar perusahaan, dan proses pemilihan penyedia.

”Hal ini guna memastikan tidak terjadi praktik pengaturan pemenang, pemecahan paket, maupun konflik kepentingan dalam pelaksanaan pengadaan pemerintah,” ujar Nasruddin.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...