Menteri PPPA Kecam Bupati Purwakarta Karena Dinilai Rendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA
Menteri PPPA, Arifah Fauzi.[Foto: Rahasiaumum.com/*]

Jakarta. RU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengecam diskriminasi berbasis gender yang dilakukan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein melalui lagunya di medsos yang mengolok-olok pengalaman biologis perempuan.

Arifah memandang momentum tersebut sebagai pengingat karya seni dan budaya memiliki peran strategis membentuk cara pandang, nilai, dan norma sosial masyarakat. Oleh karena itu, karya seni dan budaya diharapkan menjadi sarana edukasi yang mendorong penghormatan terhadap martabat perempuan. 

“Pengalaman biologis perempuan, seperti menstruasi, kehamilan, maupun keguguran merupakan bagian dari kehidupan yang harus dipahami dengan empati dan penghormatan. Narasi yang menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan candaan atau penggambaran yang merendahkan berpotensi memperkuat stereotip gender yang menghambat terwujudnya kesetaraan perempuan dan laki-laki,” kata Arifah dalam keterangannya pada Minggu (05/07/2026). 

Dalam perspektif pencegahan kekerasan berbasis gender, Arifah menyebut perubahan norma sosial menjadi salah satu upaya strategis mewujudkan lingkungan aman dan setara bagi perempuan.

Sebab pencegahan kekerasan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum ketika kekerasan terjadi, tetapi juga melalui penguatan budaya saling menghormati, penggunaan bahasa yang inklusif, serta penyampaian pesan publik yang tidak menormalisasi diskriminasi maupun bias gender.

“Kami menghormati kebebasan berekspresi dan berkesenian sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut juga perlu disertai tanggung jawab sosial dengan mempertimbangkan dampak pesan yang disampaikan kepada masyarakat,” ujar Arifah. 

Apalagi pesan disampaikan oleh seorang Bupati wajib mencegah diskriminasi gender. Arifah mendorong setiap komunikasi publik memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.

“Kemen PPPA meyakini karya seni dan budaya memiliki kekuatan besar sebagai media edukasi, refleksi sosial, sekaligus penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan setara,” ucap Arifah. 

Sebelumnya, lagu milik Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” tengah menjadi sorotan.

Lagu berbahasa Sunda tersebut jadi viral karena liriknya dipandang mengandung stereotip terhadap perempuan.

Lirik lagu itu tersebar luas di berbagai platform media sosial. Sejumlah pihak memandang isi lagunya tidak sekadar humor, tetapi menyentuh isu biologis perempuan sehingga dianggap merendahkan dan bias gender.(TH05/Republika)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...