Blangpidie. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan penataan ulang kawasan pusat Kota Blangpidie dengan merencanakan transformasi Tugu Cerana menjadi Tugu Sigupai sebagai ikon baru daerah.
Tugu yang selama ini menjadi penanda utama di simpang Jalan Persada, Jalan Sentral, dan Jalan Attaqwa tersebut akan diganti untuk memperkuat identitas “Bumoe Breuh Sigupai” sekaligus menghadirkan kawasan perkotaan yang lebih modern, tertata, dan representatif.
Tugu Cerana diketahui telah berdiri sejak Abdya masih berada dalam wilayah administratif Aceh Selatan.
Pemerintah daerah menilai pembaruan diperlukan agar kawasan tersebut memiliki daya tarik visual yang lebih kuat dan mencerminkan karakter Abdya saat ini.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi, menyampaikan bahwa pembangunan Tugu Sigupai merupakan bagian dari implementasi misi Pemakmue Nanggroe melalui Program MEUSYUHU.
“Program MEUSYUHU fokus pada pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan memadai, serta pengembangan kawasan perkotaan baru,” kata Rahwadi, Selasa (23/06/2026).
Ia menjelaskan, Tugu Cerana merepresentasikan identitas lama pusat Kota Blangpidie, sedangkan Tugu Sigupai dirancang sebagai simbol semangat baru dengan konsep yang lebih segar.
“Desainnya menggabungkan nilai budaya lokal dengan pendekatan arsitektur yang lebih modern, sehingga tidak hanya menjadi penanda kota, tetapi juga menjadi wajah baru daerah yang membanggakan,” ujarnya.
Menurut Rahwadi, pergantian ikon tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga bagian dari perjalanan menjaga memori sejarah sekaligus menyongsong masa depan Abdya.
“Tugu lama akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah Blangpidie. Sementara Tugu Sigupai diharapkan menjadi simbol kemajuan dan transformasi Abdya menuju kota yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkasnya.(T018)













