Banda Aceh. RU – Penguatan sinergi ulama dan pemerintah kembali ditegaskan dalam pertemuan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dengan jajaran pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (03/06/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis keumatan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Rombongan MPU Aceh dipimpin Tgk. H. Faisal Ali, didampingi Wakil Ketua Abi Bayu, Abon Muhib, Abiya Hatta, serta Kepala Sekretariat Zahrol Fajri.
Gubernur Aceh yang didampingi jajaran Pemerintah Aceh menerima sejumlah rekomendasi MPU, mulai dari persiapan MTQ Nasional ke-33 tahun 2028, penanganan dampak bencana hidrometeorologi akhir 2025, hingga persoalan tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan.
MPU Aceh meminta percepatan pembentukan panitia MTQ, penetapan lokasi arena utama, serta penganggaran bertahap.
Lembaga tersebut juga mendorong percepatan pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Isu lain yang dibahas meliputi penguatan sertifikasi halal UMKM serta optimalisasi pengelolaan zakat dan dana keagamaan melalui Baitul Mal Aceh.
MPU menekankan pentingnya penguatan regulasi agar manfaatnya lebih luas bagi masyarakat.
Pertemuan ini menegaskan kembali peran ulama dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan Aceh berbasis nilai keislaman dan kepentingan publik.(R015)













