Aceh Tamiang Pulihkan Ratusan Hektare Sawah Terdampak Banjir Bandang

Kepala Bidang Irwan Hadi SP. Kamis 21 Mei 2026. [Dok. rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mulai membersihkan endapan lumpur yang menutupi lahan persawahan akibat banjir bandang pada November 2025.

Kegiatan itu dilakukan melalui program rehabilitasi sawah guna mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, drh Yusbar, melalui Kepala Bidang Irwan Hadi SP, Kamis (21/05/2026), mengatakan rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan dan jaringan irigasi yang tertimbun material banjir agar kembali produktif.

Irwan menyebutkan, rehabilitasi persawahan ditargetkan mencakup 712 hektare dan harus rampung pada pertengahan Juni 2026.

“Targetnya, pertengahan Juni pekerjaan harus selesai semuanya dengan menggunakan alat berat jenis buldoser,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, pekerjaan meliputi striping dan perapian pematang.

Program dari pemerintah pusat tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Dinas Pertanian Aceh dengan Kodam Iskandar Muda.

Menurut Irwan, kendala utama di lapangan adalah keterbatasan alat berat karena pekerjaan serupa juga berlangsung di sejumlah daerah terdampak banjir di Aceh.

“Kendala utamanya sulit mencari alat berat, karena kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah kabupaten di Aceh yang terdampak banjir, sedangkan pekerjaan dilakukan secara serempak,” katanya.

Ia menambahkan, terdapat sanksi apabila target pekerjaan tidak tercapai sesuai jadwal yang disepakati dalam nota kesepahaman antara Dinas Pertanian Aceh dan Kodam Iskandar Muda.

“Sanksinya jelas ada, sesuai kesepakatan yang dibuat melalui MoU antara Dinas Pertanian Aceh dengan Kodam Iskandar Muda. Pemotongan anggaran jika tidak selesai target, itu ancamannya,” tutur Irwan.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp9,612 miliar. Dana itu digunakan untuk rehabilitasi sawah dan optimalisasi lahan pertanian.

Selain pemulihan lahan, Dinas Pertanian juga menjalankan program peningkatan infrastruktur pertanian berupa pembangunan dan perbaikan saluran irigasi, pompanisasi, pembuatan sumur bor, serta rehabilitasi mesin pompa.

Pekerjaan rehabilitasi tersebar di Kecamatan Karang Baru, Bendahara, dan Manyak Payed.

Pemerintah juga membantu petani dalam pengolahan lahan agar sawah dapat kembali dimanfaatkan.

Program rehabilitasi di Aceh Tamiang dilaksanakan bersama Kodim 0117/Aceh Tamiang.

Pemerintah berharap dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian dapat mempercepat pemulihan lahan terdampak bencana sehingga kembali produktif dan mampu menopang ekonomi masyarakat serta ketahanan pangan daerah.(S011)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...