Banda Aceh. RU – Berbagai persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan dibahas dalam Forum Suara Warga yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh di Aula Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (10/05/2026).
Forum diawali dengan penyampaian policy brief dari sejumlah elemen masyarakat terkait pelayanan publik dan pembangunan kota.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperbaiki kualitas layanan publik.
“Kami memandang policy brief ini bukan sekadar masukan, tetapi sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kota yang kita cintai,” ujar Illiza.
Ia menegaskan masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi agar pelayanan publik dapat dirasakan secara adil dan inklusif.
Dalam sektor pendidikan, Illiza menyoroti persoalan pungutan liar, perundungan, dan sistem zonasi. Sementara di bidang kesehatan, pemerintah kota terus meningkatkan fasilitas layanan serta edukasi terkait BPJS Kesehatan.
“Termasuk alur pelayanan BPJS agar lebih mudah dipahami para pasien,” katanya.
Pada sektor ekonomi, Pemko Banda Aceh mencatat realisasi investasi mencapai Rp167,7 miliar dari 1.197 proyek kegiatan ekonomi. Pemerintah juga memperkuat pemberdayaan UMKM dan pelatihan tenaga kerja.
Sementara untuk penanganan banjir, pemeliharaan drainase sepanjang 90,6 kilometer telah dilakukan pada 2025 dan ditargetkan 58,3 kilometer pada 2026.
Forum ditutup dengan sesi tanya jawab yang diikuti warga dari berbagai kalangan, termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.(R015)














