Peringati May Day, Forkopimda Aceh Tamiang gelar Coffe Morning Bersama FPPP-SPSI

Foto bersama usai Coffee morning yang digelar Forkopimda dengan PC FSPPP-SPSI Kabupaten Aceh Tamiang pada peringatan May Day 2026. Jumat 1 Mei 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang bersama buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FPPP-SPSI) memperingati Hari Buruh Sedunia melalui kegiatan coffee morning, Jumat (01/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di TareQ Coffee, BTN Satelit Graha Karang Baru, dihadiri Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Penjabat Sekretaris Daerah Syuibun Anwar, Ketua DPRK Fadlon, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rafei, jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang, serta pengurus FPPP-SPSI tingkat kabupaten dan provinsi.

Dalam perbincangan tersebut, FPPP-SPSI menyampaikan agenda peringatan May Day yang diisi dengan rencana penyampaian tuntutan terkait persoalan ketenagakerjaan.

Forum juga membahas kehadiran pimpinan daerah dan perusahaan perkebunan serta pabrik kelapa sawit, termasuk PT PD Pati yang dinilai memiliki kewajiban pembayaran pesangon bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja.

Ketua PC FPPP-SPSI Aceh Tamiang, Tedi Irawan, mengatakan jadwal audiensi mengalami perubahan setelah adanya kesepakatan bersama.

“Karena ada permintaan kita untuk menghadirkan sejumlah Pimpinan Forkopimda dan Pimpinan perusahaan, maka kegiatan audiensi penyampaian pendapat atau tuntutan yang semula akan kita lakukan pada tanggal 4 Mei 2026, maka hari ini telah kita sepakati bersama Forkopimda, acara diundur hingga tanggal 7 Mei mendatang,” ujar Tedi.

Acara tersebut juga diisi dengan pemotongan dan pertukaran kue tart sebagai simbol peringatan May Day, serta penyerahan bantuan sembako secara simbolis dari Forkopimda kepada perwakilan buruh.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi dalam kesempatan itu mengimbau pekerja menjaga situasi tetap kondusif selama peringatan berlangsung.

Ia menekankan pentingnya menghindari potensi konflik yang dipicu informasi provokatif.

Muliadi mengingatkan agar kaum buruh mampu menghindari gesekan melalui isu bersifat provokatif serta propaganda yang berpotensi memecah belah dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.(S011)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...