Kontroversi Penetapan Hilal 1446 H Berbuntut Panjang

Avatar photo
Kontroversi Penetapan Hilal 1446 H Berbuntut Panjang

Aceh Besar. RU – Heboh, Rabu (05/03/2025) pagi, dibeberapa titik disekitaran Aceh Besar banyak terpasang spanduk kritikan terhadap Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho. Spanduk-spanduk tersebut tampak terpasang mulai dari bundaran Lambaro Kecamatan Inginjaya hingga Kota Jantho.

Ada dugaan bahwa pemasangan spanduk ini berkaitan dengan keputusan Mahkamah Syar’iyah Jantho terkait pemantauan hilal Ramadhan yang menuai kontroversi, hingga berujung pada perbedaan awal puasa di tengah masyarakat.

Spanduk yang berisi kritik tajam tersebut memang sengaja diarahkan terhadap ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Dr. Muhammad Redha Valevi, S.H.I., M.H. Pasalnya, pada sebagian spanduk yang beredar tertulis “Mahkamah Agung harus evaluasi Redha Valevi”.

Bahkan pada spanduk tersebut juga mengisyaratkan bahwa Redha Valevi memiliki kelemahan motoric dengan tulisan kata “Aceh Butuh Hakim Waras” dan tampak foto wajah yang dicoret tanda silang (X).

Pada spanduk yang lain juga tertulis permintaan kepada Mahkamah Agung RI agar segera mengevaluasi kepemimpinan Redha Valevi.

Beberapa di antaranya berbunyi, “Redha Valevi gagal pimpin Mahkamah Syariah, Mahkamah Agung segera copot!”

Dari pantauan rahasiaumum.com dilapangan, ada banyak kritikan dan hujatan yang ditujukan kepada Redha Valevi maupun Mahkamah Syariah khususnya di Aceh Besar.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...