Banda Aceh. RU – Isu dugaan merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra memicu polemik setelah mencuat melalui konten podcast “Bocor Halus” dan laporan Majalah Tempo.
Publikasi tersebut terbit usai adanya pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu sorotan utama muncul dari ilustrasi sampul yang menampilkan karikatur Surya Paloh, yang dinilai tidak etis serta merendahkan.
Judul “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” juga dipandang sebagai bentuk framing yang menggiring opini bahwa NasDem merupakan entitas komersial, bukan gerakan politik berbasis idealisme perubahan.
Isi laporan itu disebut membangun kesan bahwa NasDem telah dikaitkan dengan kepentingan pragmatis.
Penilaian tersebut dianggap tidak berimbang serta minim kedalaman.
Reaksi keras datang dari jajaran pimpinan hingga kader partai.
Ketua Garda Pemuda NasDem Aceh, Muhammad Furqan, melalui keterangan tertulisnya kepada rahasiaumum.com, Selasa (14/04/2026) menyatakan kekecewaan atas pemberitaan tersebut.
Ia menyebut sangat menyayangkan materi yang diterbitkan Tempo terkait Partai NasDem.
Furqan juga mendesak pihak terkait untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan tertulis kepada pimpinan serta seluruh kader.
Selain itu, ia menuntut adanya komitmen agar praktik framing yang dinilai menyesatkan tidak terulang di masa mendatang.
Secara khusus, Furqan mengimbau seluruh kader Garda Pemuda NasDem Aceh agar tetap solid dalam menyikapi situasi tersebut, serta menjaga kebersamaan di bawah kepemimpinan Surya Paloh.(Rel)














