Pemkab Aceh Tenggara Prioritaskan 10 Proyek Strategis 2026

Plt, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Aceh Tenggara, Hendrik Lionardo. Rabu 1 April 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menetapkan 10 paket strategis pembangunan untuk Tahun Anggaran 2026 guna mendorong pembangunan yang terarah, berimbang, dan terintegrasi.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Aceh Tenggara Nomor 310/138/2025 tertanggal 31 Maret 2026.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan indikator pelaporan Monitoring Center for Prevention (MCP) dalam program Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pelaksana Tugas Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Aceh Tenggara, Hendrik Lionardo, mengatakan, penetapan paket strategis tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat tata kelola pembangunan daerah.

“Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pelaksanaan program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Hendrik, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (01/04/2026).

Ia menjelaskan, paket strategis yang ditetapkan mencakup berbagai sektor prioritas, seperti infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan.

Pada sektor infrastruktur, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jaringan sambungan rumah di Desa Rambung Teldak, Kecamatan Darul Hasanah sebesar Rp981,5 juta.

Selain itu, terdapat rehabilitasi jalan Kutambaru–Lawe Perlak dan Simpang Kute Tinggi–Skip masing-masing Rp2 miliar, serta peningkatan jalan Mbarung–Kedataran senilai Rp2,7 miliar.

Di bidang pendidikan, pembangunan difokuskan pada pembangunan ruang kelas baru PAUD Fadhilah di Desa Pulo Kedondong, pembangunan ruang guru dan tata usaha SD Negeri Deleng Pohkhisen, serta rehabilitasi tiga ruang kelas SD Negeri Salang Alas.

Adapun di sektor kesehatan, pemerintah menganggarkan belanja reagen sanitariat kit sebesar Rp1,22 miliar, serta rehabilitasi Poskesdes Batu Mbulan Asli dan Pustu Pulo Ndadap masing-masing sebesar Rp200 juta.

Hendrik menambahkan, pemerintah daerah berharap pelaksanaan paket strategis tersebut dapat berjalan optimal dan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut mengawal pelaksanaan program agar berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar pembangunan ini berjalan transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujarnya.(AFW016)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...