Jembatan Papan di Lawe Sigala-Gala Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan

Terlihat jembatan penghubung antara Desa Kampung Selamat-Desa Lawe Serke, terbuat dari kayu dan lincin jika terguyur hujan. Senin 18 Mei 2026. [Dok. rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Warga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera memperbaiki jembatan penghubung Desa Kampung Selamat dan Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, yang hingga kini masih menggunakan papan dan kayu.

Kondisi jembatan tersebut dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama ketika hujan turun.

Permukaan papan yang licin disebut kerap menyebabkan warga terjatuh saat melintas.

Salah seorang warga, Adi, mengatakan jembatan itu merupakan akses vital bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun, hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait.

“Jembatan ini sudah lama tidak diperbaiki. Kalau hujan turun, permukaan papan menjadi licin dan beberapa warga sering terjatuh saat melintas,” kata Adi kepada rahasiaumum.com, Senin (18/05/2026).

Menurut dia, warga harus lebih berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil.

Selain menjadi jalur utama masyarakat, akses itu juga dilalui kendaraan pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Lawe Sigala-Gala.

Adi menilai konstruksi papan kayu yang digunakan saat ini dikhawatirkan semakin rapuh apabila tidak segera diperbaiki.

“Jembatan ini akses utama warga di dua desa. Kalau terus dibiarkan, kami khawatir akan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan permanen agar aktivitas masyarakat berlangsung aman dan lancar.(AFW016)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...