Banda Aceh. RU – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mencatat, meski jumlah kasus kecelakaan selama masa mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah menurun dari 73 kasus pada tahun 2025 menjadi 47 kasus di tahun ini, namun jumlah korban meninggal dunia justru naik dari 15 orang pada tahun lalu, menjadi 20 orang pada tahun 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol. Deden Supriyatna, mengungkapkan bahwa tingginya tingkat fatalitas ini dipicu oleh perilaku berkendara yang abai terhadap keselamatan dasar.
“Secara keseluruhan jumlah kecelakaan memang turun 55 persen, namun korban meninggal meningkat dari 15 menjadi 20 orang. Peningkatan ini terjadi karena faktor kecepatan tinggi dan pengendara yang masih tidak menggunakan helm,” kata Deden dikutip Selasa (31/3/2026).
Kota Banda Aceh menjadi wilayah dengan catatan kejadian tertinggi, yakni delapan kecelakaan yang merenggut lima nyawa.
Disusul oleh Aceh Jaya dan Aceh Timur yang juga mencatatkan angka kematian masing-masing tiga orang.
Sementara itu, Bireuen mencatatkan kerugian materiil terbesar mencapai Rp102 juta dari empat kejadian.
Menurut Deden, polisi telah melakukan berbagai upaya mitigasi, mulai dari penempatan personel di titik rawan hingga rekayasa lalu lintas di area kritis seperti Jembatan Kuta Blang, Bireuen.
Namun, faktor human error tetap menjadi tantangan utama.(TH05)














