Nelayan Belum Melaut, Harga Ikan Masih Mahal

Pasar TPI Meulaboh
Pedagang menjajakan ikan di Pasar TPI Meulaboh, Aceh Barat. (Foto: Tribunnews.com)

Meulaboh. RU – Harga ikan di Kabupaten Aceh Barat masih tinggi akibat  minimnya pasokan ikan dari nelayan lokal yang belum melaut pascalibur Idulfitri 1447 Hijriah.

“Boat nelayan yang biasa mencari ikan tongkol, sisik dan sejenisnya belum melaut. Hanya nelayan tradisional yang melaut di pinggiran saja yang memasok kebutuhan ikan saat ini,” kata seorang pedagang ikan di Pasar TPI Meulaboh, Rabu (25/03/2026).

Saat ini, harga ikan tongkol yang biasanya berkisar Rp25 ribu per kilogram kini harganya Rp40 ribu per kilogram.

Ikan sisik yang sebelumnya Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini harganya Rp 50 ribu per kilogram di tingkat grosir.

Kenaikan harga ikan juga terjadi pada jenis ikan dencis yang mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

Ikan karang seperti rambeu, dari sebelumnya Rp50–60 ribu per kilogram kini harganya Rp85 ribu, sedangkan ikan merah sudah menyentuh 100 ribu per kilogram.

Selain ikan segar, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas seafood seperti udang dan cumi-cumi, karena pasokan terbatas.

Kalaupun ada pasokan, biasanya langsung habis karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...