4.347 Rumah di Bireuen Terima Stimulan Pasca Banjir dan Longsor

Foto bersama pada acara penyerahan bantuan rumah rusak ringan dan sedang tahap II bagi korban banjir dan longsor, di Bireuen. Selasa 3 Maret 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/TA019]

Bireuen. RU – Wakil Gubernur Fadhlullah menegaskan penyerahan bantuan rumah rusak ringan dan sedang tahap II bagi korban banjir dan longsor di 16 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan bukti nyata kehadiran negara.

Pernyataan itu disampaikan saat acara penyerahan di halaman Pendopo Bireuen, Selasa (03/03/2026).

Kegiatan dihadiri Menteri Koordinator PMK, Pratikno, sementara daerah lain mengikuti secara daring.

Bantuan stimulan senilai Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang diserahkan langsung kepada penerima.

“Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk nyata negara hadir untuk rakyat. Bantuan ini sangat berarti dan menegaskan kuatnya sinergi dalam proses rehab rekon yang terukur,” ujar Fadhlullah.

Khusus Bireuen, sebanyak 4.347 rumah menerima bantuan tahap II dengan nilai total Rp86,9 miliar, menjadikannya penerima terbanyak.

Pemerintah juga menyiapkan rumah rusak berat sebanyak 1.109 unit untuk tahap pembangunan berikutnya.

Bupati Bireuen, Mukhlis, menyebut daerahnya terdampak parah secara materiil, sosial, dan ekonomi.

“Percepatan pemulihan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi. Kami berharap kunjungan kerja Menko PMK ini semakin memperkuat komunikasi dan kerja sama,” ujarnya.

Pratikno menambahkan pemerintah pusat mengarahkan pemulihan cepat agar korban dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan nyaman, sambil menegaskan peluang bantuan lanjutan tetap terbuka bagi yang belum menerima tahap ini.(TA019)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...