Program Rumah Dhuafa Dipangkas dari 2.000 Menjadi 780 Unit

Rumah Dhuafa
Salah satu rumah dhuafa yang dibangun dengan dana APBA tahun 2025 lalu di Kabupaten Pidie. (Foto: Portalsatu.com)

Banda Aceh. RU – Program bantuan Rumah Dhuafa dalam Pemerintah Aceh pada APBA 2026 mengalami pemangkasan signifikan.

Dari yang awalnya direncanakan 2.000 unit, kini dipangkas menjadi 780 unit.

Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar, menilai pengurangan tersebut menunjukkan lemahnya keberpihakan anggaran terhadap masyarakat miskin, khususnya warga yang belum memiliki rumah layak huni.

“Sejak penyusunan Rencana Kerja SKPA hingga RAPBA 2026, jumlahnya jelas 2.000 unit sesuai target RPJM Aceh. Namun saat Qanun APBA disahkan, jumlahnya hanya tersisa 780 unit,” kata Nasruddin dikutip Kamis (05/03/2026).

Menurutnya, dalam evaluasi Kementerian Dalam Negeri terhadap Raqan APBA 2026 tidak terdapat catatan terkait pengurangan program Rumah Dhuafa, namun saat pengesahan qanun jumlah unitnya justru berkurang drastis.

Ia menduga pemangkasan terjadi dalam proses penganggaran internal daerah.

Nasruddin juga menyebut pola serupa terjadi pada 2025, ketika sekitar 500 unit Rumah Dhuafa batal dibangun karena anggarannya dialihkan ke pos lain.

“Setiap tahun program ini selalu jadi sasaran pemangkasan, baik dengan alasan efisiensi maupun bencana. Tahun 2025 lalu sekitar 500 unit gagal dibangun karena anggarannya dialokasikan ke tempat lain,” ujarnya.

Menurut dia, jika pemerintah ingin menunjukkan keberpihakan kepada rakyat kecil, semestinya yang dipangkas bukan program Rumah Dhuafa, melainkan pos anggaran lain yang dinilai tidak mendesak.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *