BNPB Fokus Selesaikan Pembangunan 16 Ribu Unit Huntara

huntara bener meriah
Warga terdampak bencana hidrometeorologi menempati huntara di Bener Meriah, Aceh, Kamis (12/02/2026). (Foto: Dok BPBD Bener Meriah)

Banda Aceh. RU – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana masih menjadi prioritas pemerintah, terutama mengenai penyelesaian hunian sementara (Huntara).

“Yang menjadi prioritas kita masih ada penyintas yang masih tinggal di tenda, kammi terus mengupayakan agar lebaran idul fitri ini mereka bisa berlebaran di Huntara,” kata Letjen TNI Suharyanto dikutip Minggu (01/03/2026).

Sebelumnya, Suharyanto mengunjungi komplek hunian sementara (huntara) korban banjir besar di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Di lokasi itu, ia menyampaikan, Huntara Gampong Ulee Rubek itu menjadi salah satu lokasi yang sudah selesai dibangun di Kecamatan Seunuddon, bahkan sudah ditempati masyarakat.

“Di Aceh Utara sendiri Huntara diusulkan 5.000 unit dan sudah terbangun 4.000 lebih, dan ini terus berlanjut,” ujarnya.

Suharyanto menyampaikan, Huntara untuk Aceh sekitar 16 ribu unit, dan yang baru selesai dibangun diperkirakan sekitar 10 ribu unit. Diharapkan, sebelum lebaran semua hunian bisa ditempati korban banjir.(TH05)

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...

Menata Harapan di Tengah Luka

Bupati Aceh Tamiang. Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bersama masyarakat penghuni Huntara. (Foto dok/rahasiaumum.com/Awelatam)

Menunggu Realisasi di Tengah Pemulihan

Kunjungan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, ke Kabupaten Aceh Tamiang kembali menegaskan satu hal;...

Yang Terlewat Kini Dikejar; Pendataan Tahap III Dibuka untuk Warga Terdampak

Di balik angka-angka bantuan, ada satu hal yang paling menentukan: data. Di Aceh Tamiang, pemerintah...

Saat Dana Stimulan Dipertaruhkan

Kualasimpang. RU – Ketika verifikasi lapangan, tekanan sosial, dan koordinasi birokrasi menentukan nasib bantuan warga...