Warga Aceh Utara Korban TPPO di Kamboja Berhasil Dipulangkan

Pemulangan korban TPPO
Proses pemulangan korban TPPO dari Kamboja. (Foto: Jakartaglobe.id)

Lhoksukon. RU – Muhammad Izul, warga Gampong Cot Euntong, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, dilaporkan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

Selama berada di negara tersebut, ia diduga dieksploitasi dan bahkan sempat dimintai tebusan Rp 40 juta oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, mengatakan korban berangkat ke Kamboja usai Hari Raya Idul Adha 2025 melalui seorang agen dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi.

“Setibanya di Kamboja, korban ditempatkan di perusahaan pertama dan bekerja selama enam bulan tanpa menerima gaji,” kata Haji Uma, Selasa, 24 Februari 2026.

Setelah itu, korban kembali dipindahkan ke perusahaan lain. Namun, ia kembali tidak menerima upah meski tetap dipaksa bekerja.

Selanjutnya, Izul kembali dipindahkan dan dipekerjakan sebagai admin judi online.

Ia sempat menerima gaji selama dua bulan, tetapi setelah itu kembali tidak dibayar.

Dalam kondisi tertekan dan di bawah pengawasan ketat, korban kemudian diminta membayar tebusan Rp 40 juta agar bisa dipulangkan ke Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan kepada keluarga menggunakan telepon seluler milik majikan.

Seluruh dokumen pribadi korban, seperti KTP dan paspor, juga ditahan oleh pihak perusahaan.

Menurut Haji Uma, dirinya secara rutin berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh selama proses penanganan kasus.

Ia juga mengirimkan surat resmi kepada KBRI pada 13 Januari 2026 untuk meminta pendampingan dan bantuan pemulangan.

“Alhamdulillah uang tebusan 40 juta itu tidak diberikan, lantaran dibantu oleh pihak Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kamboja,” kata Haji Uma. 

Seluruh biaya pemulangan korban, mulai dari tiket pesawat hingga transportasi ke kampung halaman, juga ditanggung secara pribadi oleh Haji Uma dengan total sekitar Rp 8 juta.

Muhammad Izul tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu, 22 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Setelah menjalani proses keimigrasian, ia akan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Kualanamu dan kemudian ke Aceh.

Haji Uma menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kamboja atas bantuan dalam proses penanganan hingga pemulangan korban.

“Ini adalah kerja bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada KBRI dan Kemenlu yang telah membantu semua proses, sehingga korban bisa kembali ke Aceh dengan selamat,” pungkasnya.(TH05)

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...