WALHI Aceh Soroti Konflik Gajah dan Manusia di Dataran Tinggi Gayo

Kantor Walhi Aceh. Senin 23 Februari 2026. [Foto Dok : Walhi Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mengecam dua insiden tragis yang terjadi di Dataran Tinggi Gayo, Sabtu, 21 Februari 2026.

Seorang warga tewas diinjak gajah liar di Kabupaten Bener Meriah, sementara di Kabupaten Aceh Tengah seekor Gajah Sumatera mati dengan belalai terlilit kawat listrik.

Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Aceh, Afifuddin Acal, menilai peristiwa ini menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menangani konflik manusia dan gajah.

“Konflik gajah dan manusia di Bener Meriah dan Aceh Tengah kembali memakan korban jiwa. Ini bukti nyata kegagalan pemerintah dalam menangani masalah ini. Pemerintah tidak responsif saat tangani konflik satwa,” kata Afifuddin, Senin (23/02/2026).

Menurutnya, insiden bukan sekadar musibah alam, melainkan akibat tata kelola lingkungan yang buruk dan minimnya langkah mitigasi serius.

Afifuddin menyoroti deforestasi dan perusakan habitat gajah yang memaksa satwa memasuki kebun dan pemukiman.

“Mereka lebih sibuk dengan urusan politik dan ekonomi daripada melindungi nyawa manusia dan gajah.

Deforestasi dan perusakan habitat gajah terus berlanjut, membuat gajah kehilangan tempat tinggal dan memaksa mereka masuk ke pemukiman,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *